Baiti Jannati

Menanamkan Ideologi Islam dalam Keluarga

Keluarga adalah penyatuan dua insan yang memiliki tujuan, visi dan misi bersama untuk menjalani hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Islam sebagai diin sempurna memiliki konsep mengenai keluarga dengan sangat khas dan istimewa.  Keluarga bahkan memiliki peran utama yang tidak bisa dianggap remeh. Dari sanalah dasar pembentukan karakter anak akan terbentuk. Keluarga adalah tempat pertama dan utama seseorang  dididik dan dibesarkan.

Agar pernikahan yang dijalani membawa pada tujuan, visi, dan misi yang diharapkan Islam, maka ideologi Islam harus dijadikan sebagai dasar dan fondasi bagi institusi kecil ini.  Ideologi Islam haruslah menjadi pijakan dasar bagi pasangan suami istri, yang kemudian akan ditanamkan kepada anak-anaknya kelak.

Apalagi dalam situasi hari ini. Saat ini ideologi Kapitalisme demikian mencengkeram negeri ini dan ancaman ideologi Sosialisme-komunis masih terus mengintai keluarga Muslim dari berbagai sisi.  Karena itu setiap Muslim harus terus waspada terhadap bahaya kedua ideologi ini.

Di sinilah pentingnya ayah-bunda untuk terus mengkaji Islam dan menanamkan ideologi Islam sejak dini kepada anak-anaknya agar tidak terjebak pada ideologi Kapitalisme ataupun Sosialisme-komunis yang dikemas sangat apik oleh musuh-musuh Islam.

 

Pentingnya Penanaman Ideologi Islam dalam Keluarga

Keluarga memiliki peran strategis dalam proses pendidikan anak, bahkan umat manusia. Keluarga lebih kuat pengaruhnya dari sendi-sendi yang lain. Pasalnya, sejak awal masa kehidupannya seorang manusia lebih banyak mendapatkan pengaruh dari keluarga. Ini karena waktu yang dihabiskan di keluarga lebih banyak daripada di tempat-tempat lain.

Pada hakikatnya pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan sepanjang hayat. Pembinaan dan pengembangan kepribadian serta penguasaan tsaqaafah Islam dilakukan melalui pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar dalam keluarga, terutama ayah-bundanya.

Keluarga adalah  madrasah atau tempat pembelajaran anggota-anggotanya, terutama pendidikan yang dilakukan orangtua kepada putra-putrinya. Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ ٦

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS at-Tahrim [66]: 6).

 

Karena itu  para orangtua harus memberikan pembelajaran dan pendidikan Islam agar anggota keluarga menjadi orang-orang yang berilmu dan bertakwa. Anak-anak tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga harus menjadi pribadi yang shalih, penyejuk pandangan dan hati kedua orangtua dan masyarakatnya.

Pendidikan Islam sejak dini dalam keluarga akan tertanam secara kuat di dalam diri seorang anak. Sebabnya, pengalaman hidup pada masa-masa awal umur manusia akan membentuk ciri-ciri khas, baik dalam tubuh maupun pemikiran, yang bisa jadi tidak ada yang dapat mengubahnya sesudah masa itu.

Karena itu penanaman ideologi Islam harus kita mulai sejak dini kepada anak-anak kita. Dengan itu  ideologi Islam akan dijadikan sebagai bekal dan pijakan oleh mereka dalam mengarungi kehidupannya.  Tentu  kita pun harus terus belajar Islam hingga akhir hayat dan menyampaikannya kepada anak-anak kita saat membersamai mereka. Dengan begitu mereka selalu menjadikan ideologi Islam sebagai landasan dalam berperilaku dan mengarahkan kecenderungan mereka. Dengan itu pula terbentuk syakhshiyyah islaamiyah (kepribadian islami) yang mumpuni.

 

Beberapa Cara

Ada beberapa hal yang bisa kita upayakan. Di antaranya:

 

  1. Menanamkan akidah Islam sejak dini.

Islam mengajarkan kepada kita agar menjadikan akidah Islam sebagai benteng yang melindungi keluarga kita dari pemikiran-pemikiran dan ideologi kufur yang bertentangan dengan Islam,  seperti Kapitalisme dan Sosialisme-komunisme.  Dengan itu akan terwujud iman yang kokoh dalam diri anggota keluarga Muslim. Ini  akan melindungi mereka dari berbagai pemikiran, budaya dan gaya hidup kufur yang rusak dan merusak yang disodorkan ideologi kufur tersebut.

Menanamkan akidah Islam sejak dini kepada anak-anak adalah tugas utama orangtua. Tentu agar  terwujud keimanan yang kokoh pada diri mereka.  Orangtualah yang akan sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama pada diri anak-anak.  Rasulullah saw. bersabda:  “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikan dirinya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR Bukhari).

Dengan iman yang kuat, setiap anggota keluarga akan  memahami bahwa tujuan hidupnya semata untuk beribadah kepada Allah SWT.  Tidak mudah terbujuk oleh segala sesuatu yang Allah larang.

Selain itu dengan penanaman akidah pada anak, anak akan mengenal betul siapa Allah, Penciptanya Yang Maha Pengatur, juga mengenal Muhamad saw. sebagai utusan Allah, serta mencintai al-Quran dan meyakini seluruh isinya.

 

  1. Menjelaskan hanya ideologi Islam yang benar.

Kita harus menjelaskan kepada anak-anak kita bahwa ideologi Islam adalah istimewa. Sebabnya, hanya  Islam yang ideologi benar.  Islam satu-satunya  ideologi yang bersumberkan wahyu Ilahi, datang dari Al-Khalik al-Mudabbir, Penggenggam jagatraya beserta isinya.

Ideologi Islam merupakan jalan terang yang telah Allah berikan, yang mendapat jaminan langsung dari sang Pencipta. Ini berbeda dengan ideologi lain, yaitu Kapitalisme dan Sosialisme-komunisme yang merupakan buatan manusia yang hanya berlandaskan hawa nafsu semata dan pastinya lemah dan terbatas.  Allah SWT telah menjelaskan bahwa hanya hukum-Nya yang  baik (Lihat: QS al-Maidah [5]: 50).

 

  1. Mengungkapkan fakta sejarah bahwa ideologi Islam mensejahterakan umat manusia.

Kita juga harus mengungkap keunggulan ideologi Islam secara faktual kepada anak-anak kita sehingga mereka semakin yakin.  Sesungguhnya ideologi Islam telah menorehkan tinta emas sejarah peradaban umat manusia ketika diterapkan selama berabad-abad lamanya. Banyak bukti historis menunjukkan kemajuan peradaban Islam mulai dari bidang politik, ekonomi hingga sains dan teknologi.

Islam telah mampu mensejahterakan, memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi umat manusia.  Bahkan peradaban Islamlah yang memberikan sumbangsih besar atas kemajuan Barat saat ini. Robert Briffault, dalam The Making of Humanity, menyatakan, “Seluruh segi kemajuan peradaban di Eropa secara pasti dapat ditelusuri akarnya dari peradaban Islam. Peradaban Islamlah yang telah menghidupkan energi yang menggerakkan peradaban modern.”

 

  1. Menjelaskan ideologi Kapitalisme dan Sosialisme bertentangan dengan Ideologi Islam dan harus ditolak.

Kita pun harus menjelaskan bahwa ideologi selain Islam adalah ideologi yang bertentangan dengan Islam sehingga harus ditolak.  Kita juga harus menjelaskan bahwa Kapitalisme dan Sosialisme-komunisme adalah ideologi yang rusak dan cacat dari akarnya. Tidak sesuai dengan akal dan fitrah manusia.

Ideologi Kapitalisme  lahir dari akidah sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan serta menjadikan manfaat sebagai asasnya.  Kebebasan menjadi hal yang diagung-agungkan oleh ideologi ini dan materi menjadi tujuannya.  Ini semua yang menjadi biang keladi kerusakan yang terjadi di tengah-tengah umat Islam saat ini. Fakta-fakta yang menimpa umat Islam saat ini pun menjadi bukti tak terbantahkan yang harus kita jelaskan kepada anak-anak kita.

Demikian pula cacatnya ideologi Sosialisme-komunisme. Ideologi ini meniadakan peran Sang Pencipta dalam kehidupan manusia serta tidak mengakui  kehidupan sebelum dan sesudah dunia. Ini menjadi bukti bahwa ideologi ini tidak sesuai dengan akal dan fitrah manusia dan harus ditolak.

 

  1. Membiasakan anak terikat dengan syariah Islam.

Anak harus dikenalkan dengan syariah Islam sejak dini, sebagaimana Hadis Nabi saw., “Perintahlah anak-anakmu agar mendirikan shalat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah karenanya tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun.”

Mulailah dengan membiasakan menjalankan shalat dan ibadah lainnya, menjelaskan tentang ahkaamul-khamsah, diiringi dengan mengenalkan hukum-hukum syariah lainnya seperti cara berpakaian sesuai syariah,  larangan mencuri, mengambil hak orang lain dan sebagainya.

Demikian halnya berkaitan dengan  akhlak seperti berbakti kepada ibu bapak, sayang kepada orang lain, jujur, berani karena benar,  bersabar, tekun bekerja dan sebagainya. Dibarengi pula dengan mengajarkan adab dalam Islam seperti makan dengan tangan kanan, berdoa sebelum dan sesudah makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, tidak menyakiti hewan dan sebagainya.

 

  1. Membiasakan anak menghadiri majelis ilmu hingga mereka paham Islam kaaffah.

Pemikiran dan pemahaman yang lahir dari ideologi Kapitalisme terus disebarkan dengan bahasa yang indah. Padahal itu semua adalah racun berbalut madu. Di sinilah pentingnya keluarga Muslim membina diri dengan pemahaman dan tsaqaafah Islam. Dengan itu mereka tidak akan mudah terjebak kepada pemikiran dan perilaku yang menyimpang.

Langkah yang paling mudah untuk mewujudkan ini semua adalah dengan istiqamah menghadiri majelis-majelis ilmu yang membahas tentang Islam kaaffah, lalu dipahami dan didakwahkan ke tengah-tengah umat.  Ini semua akan menjadi benteng yang kokoh agar tetap teguh di jalan Islam.

 

Butuh Sistem Politik yang Kondusif

Akhirnya, hal penting lainnya yang tidak bisa kita abaikan dalam penanaman ideologi Islam kepada  keluarga kita adalah adanya  peran sistem yang mendukung. Bagaimanapun kuatnya kita memproteksi keluarga dengan ide-ide Islam dan pembinaan yang intensif kepada anak-anak kita, jika sistem yang berlaku di tengah kehidupan keluarga itu tidak menggunakan aturan-aturan Islam, maka sulit bagi bangunan keluarga yang kukuh itu bisa bertahan.

Gempuran dari luar akan senantiasa menghadang, baik pemikiran-pemikiran yang bertentangan yang bisa mempengaruhi perilaku dan moral anggota keluarga maupun rintangan berupa kesulitan ekonomi yang berdampak pada sulitnya pemenuhan kebutuhan fisik dan nonfisik anggota keluarga. Dari sinilah biasanya muncul tindak kriminalitas dan penyimpangan sosial lainnya.

Untuk itu, penataan kehidupan yang benar berkaitan dengan semua urusan masyarakat sangat diperlukan. Dengan sistem politik Islamlah semua ini bisa terwujud.  Sistem politik Islam memiliki kemampuan untuk memberikan solusi atas semua persoalan, baik persoalan individu, keluarga, maupun masyarakat. Sistem Islam mampu membendung serangan musuh-musuh Islam dan menjaga masyarakat agar tetap dalam keimanan dan tatanan yang sesuai dengan aturan Islam.  Hal ini dilakukan dengan penerapan aturan Islam secara kaaffah, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang baik, damai, dan sejahtera; yang dipenuhi dengan ampunan dan keridaan Allah SWT.

Di bawah naungan syariah Islam,  akan ringan beban orangtua dengan menyediakan pendidikan islami yang berkualitas dengan cuma-cuma, membendung semua ideologi rusak masuk ke tengah-tengah umat.

Oleh karena itu, mari seluruh keluarga Muslim yang diberkahi Allah SWT menguatkan tekad dan bergandengan tangan bersama mengembalikan tegaknya aturan Islam sehingga tercapai kebahagiaan hakiki dalam naungan Khilafah Islamiyah.

WalLaahu a’lam bi ash-shawaab. [Najmah Saiidah]

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =

Back to top button