Dari Redaksi

Jangan Sia-siakan Pengorbanan Muslim Gaza

Bulan Ramadhan kembali datang kepada kita. Satu hal penting pada bulan Ramadhan 1445 H kali ini, di tengah suka-cita kita menyambut bulan yang penuh barakah ini, kita menyaksikan derita umat yang nyata. Hal yang paling mengemuka adalah derita Muslim Palestina. Sejak Oktober 2023 hingga kini sudah 30 ribu umat Islam yang syahid fi sabilillah. Terdapat sekitar 2 juta umat Islam di Rafah wilayah Gaza Selatan, yang luasnya lebih kurang sama dengan Kota Banda Aceh, yang sedang mengalami penderitaan. Berdesak-desakan di tempat yang tak layak huni untuk manusia; kekurangan air, makanan dan tanpa listrik. Penduduknya mengalami kelaparan dan kekurangan gizi. Banyak yang meninggal karena harus memakan pakan ternak yang tak layak untuk manusia. Mereka pun terancam pembantaian keji entitas Yahudi kalau tidak ada panglima perang yang bergerak untuk melindungi.

Ramadhan tahun ini datang. Dunia menyaksikan benturan yang terjadi. Antara kehendak umat Islam untuk mempertahankan tanah yang diberkahi, Palestina, dan kehendak Barat kafir penjajah. Tujuannya agar penguasaan entitas Yahudi pencaplok tanah yang diberkahi menjadi  nyata di depan mata.

Benturan ini telah menyingkap beberapa hal yang harus kita perhatikan agar kita menyadari di mana posisi umat Islam. Pertama: Umat Islam diciptakan oleh Allah SWT dan Islam telah menunjukkan kepada kita bagaimana membangun negara yang kuat. Di antaranya dengan menguraikan tujuan-tujuan luhur yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Hal ini  hanya dapat dicapai oleh negara yang melaksanakan perintah Tuhan semesta alam. Negara itu adalah Khilafah ‘alaa minhaaj an-nubuwwah. Bukan negara demokrasi, republik, atau kerajaan, yang semuanya terbukti gagal menyelamatkan umat.

Kedua: Sesungguhnya Islam adalah agama yang dipilih Allah untuk umat manusia. Karena itu kita tidak boleh menerima ideologi lain atau sistem buatan manusia (Lihat:  QS Ali Imran [3]: 85)

Ketiga: Khilafah memiliki tugas besar yang dengannya tiga kewajiban utama tercapai: menegakkan agama, mempersatukan umat Islam dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Umat   tidak dapat memenuhi dan menyebarluaskan Islam kecuali jika mereka berkumpul di bawah satu orang yang menegakkan agama ini (yakni Khalifah). Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang melepas tangannya dari ketaatan, maka ia akan menemui Allah pada Hari Kiamat dalam keadaan tidak memiliki hujjah. Siapa saja yang mati dalam keadaan tidak ada baiat di pundaknya maka ia mati seperti mati jahiliyah.”

Keempat: Negara-negara kafir kolonial Barat adalah musuh Islam dan rakyatnya. Hubungan dengan mereka sejatinya hubungan perang. Mereka tidak boleh dianggap sebagai teman atau sekutu. Mereka tidak boleh hadir apalagi  memiliki pangkalan militer di negeri-negeri Islam. Negara-negara imperialis ini, yang dipimpin oleh Amerika dan Inggris, berupaya keras untuk membunuh umat Islam, menjarah kekayaan negeri Islam dan menabur perpecahan di antara umat Islam. Allah SWT berfirman (yang artinya): Allah tidak akan memberikan jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan (menguasai) kaum Mukmin.” (TQS an-Nisa’ [4]: 141).

Kelima: Para penguasa negara-negara Arab dan Islam adalah agen kafir kolonial dan para pengikutnya. Mereka adalah musuh umat dan agamanya. Mereka adalah ujung tombak kaum kafir di negeri-negeri Islam. Mereka berupaya keras memerangi Islam, menyebarkan korupsi dan amoralitas, memberikan jalan bagi musuh Islam untuk menyandera umat Islam dan mengabaikan kewajiban untuk menolong rakyat Gaza. Hal ini merupakan bukti nyata.

Keenam: Organisasi internasional dalam semua klasifikasinya, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan, Mahkamah Internasional, UNRWA, dan lain-lain, serta lembaga regional seperti Liga Arab, Dewan Kerja Sama Teluk dan Organisasi Negara-negara Teluk, Organisasi Konferensi Negara-negara muslim (OKI), adalah alat negara-negara kolonial Barat untuk mempertahankan dominasi mereka dan melaksanakan rencana mereka untuk memerangi Islam dan membuat umat Islam terpecah-belah dan kehilangan sumber dayanya.

Ketujuh: Pembebasan umat dari kolonialisme hanya dapat dicapai jika kekuatan nyata umat bergerak untuk menggulingkan penguasa tirani dan mencabut pengaruh kolonialisme dari akarnya. Hal ini membutuhkan konvergensi kekuatan umat. Dengan itu tentara umat sejalan dengan Islam dan bergabung dengan umat, menyatakan abstain dari rezim agen pengkhianat ini dan bergegas untuk menggulingkan mereka dan membebaskan umat dari kejahatan mereka.

Perasaan telah bangun. Gambaran telah jelas dan pandangan telah diketahui; yakni tentara bergerak, membebaskan diri dari para penguasa dan menghancurkan batas-batas negara. Jangan biarkan pengorbanan-pengorbanan penduduk Gaza sia-sia. Jangan jadikan bulan yang mulia ini berlalu kecuali Anda telah menghancurkan konspirasi Sykes-Picot dan Anda tegakkan kembali Khilafah ar-Rasyiidah. Khilafah sepanjang sejarah merupakan metode praktis untuk mempersatukan kekuatan kaum Muslim. Khilafah merupakan sistem politik yang dengannya umat Islam bekerja agar kemaslahatan-kemaslahatannya terealisasi dan meraih kemenangan atas musuh-musuhnya.

Hari-hari telah membuktikan untuk Anda bahwa sistem politik apapun selain Khilafah tidak mendatangkan untuk kaum Muslim kecuali kehinaan, rasa malu, kerugian dan kerendahan. Pembebasan Palestina memerlukan pembebasan negeri kaum Muslim dari batas-batas Sykes-Picot. Hal itu tidak dapat dilakukan kecuali oleh tentara kaum Muslim karena merekalah pemilik kekuatan yang hakiki di negeri kita. Mereka adalah anak-anak Anda. Karena itu mobilisasi dan gerakkan mereka untuk menegakkan Khilafah.

Allah SWT berfirman (yang artinya): Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin. Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya) (TQS an-Nisa‘ [4]: 84).

AlLaahu Akbar!  [Farid Wadjdi]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + eight =

Back to top button