Kilas Dunia

Denmark Dinilai Munafik Soal Palestina

Istana Christiansborg (Pemerintah) Denmark dinilai munafik soal Palestina dan Ukraina. “Sungguh, inilah potret kemunafikan yang mencirikan Christiansborg, yang menjadikan kebohongan dan manipulasi adalah aturan yang harus dijalankan dan bukan pengecualian, terutama dalam isu-isu yang terkait kaum Muslim,” ungkap Aktivis Hizbut Tahrir Ibrahim Atrach sebagaimana dilansir hizb-ut-tahrir.info, Sabtu (10/6/2023).

Pasalnya, Denmark menyumbangkan sistem pertahanan ke Ukraina untuk mengusir Rusia, sementara di sisi lain, menandatangani perjanjian perdagangan langsung bernilai miliaran krone dengan industri militer entitas penjajah Yahudi, yang menyediakan mesin pembunuhan massal dan pengusiran kaum Muslim dari Palestina.

Menyederhanakan kasus terkait masalah informasi yang menyesatkan dalam proses pembelian sambil mengabaikan kejahatan yang lebih besar dinilai Ibrahim sebagai bentuk pemberian dukungan untuk pendudukan militer di Palestina dan sebagai contoh lain dari kemunafikan ini.

Demikian pula, lanjutnya, kebohongan yang berulang dari Christiansborg tentang hak entitas Yahudi untuk melindungi dirinya sendiri, serta kebohongan tentang kedaulatan dan haknya untuk hidup, jauh lebih besar daripada kebohongan apa pun tentang tenggat waktu dan proses pembelian.

Padahal, jelas Ibrahim, dia yang tidak memiliki hak untuk hidup, tidak dapat memiliki hak untuk “melindungi dirinya sendiri”.

Alhasil, simpulnya, kasus ini hanya menegaskan fakta bahwa negara dan Pemerintah Denmark memberikan dukungan langsung untuk kelanjutan pendudukan Yahudi di Palestina dan kejahatan mereka yang tak terkatakan terhadap rakyatnya!

Seperti diberitakan Altinget.dk sebelumnya, Pemerintah Denmark awal tahun ini telah menandatangani perjanjian miliaran krone dengan produsen senjata Yahudi Elbit Systems. Elbit Systems dikenal sebagai produsen senjata yang menguji peralatan mereka di Gaza dan Tepi Barat, juga yang menyediakan senjata untuk serangan brutal tentara Yahudi terhadap anak-anak dan wanita yang tak berdosa di Palestina.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =

Back to top button