Kilas Dunia

Umat Islam Paling Berhak Pimpin Palestina

Sejarahwan Nicko Pandawa menegaskan, umat Islam paling berhak memimpin Palestina. “Baik secara fikih, secara sejarah dan secara track record (rekam jejak) maka yang paling berhak atau paling pantas untuk memimpin Palestina adalah umat Islam,” tuturnya dalam Diskusi Online: Rusuh Bitung, Menguak Jaringan Zionis di Indonesia, Ahad (3/12/2023) di kanal YouTube Media Umat.

Secara fikih dan sejarah, ia melanjutkan, Palestina atau al-Quds itu masuk ke dalam wilayah Islam pada masa Khalifah Umar bin Khaththab tahun 632 Masehi.  “Gerakan futuuhaat yang dipimpin oleh Abu Ubaidah Ibnu Jarrah berhasil mem-futuuhaat Elia daerah Palestina pada masa Romawi. Patriack Al-Quds enggak pengen menyerahkan wilayah itu kecuali Khalifah sendiri yang datang. Makanya Khalifah Umar datang langsung dari Madinah ke Al-Quds untuk mengesahkan perjanjian antara Khilafah Rasyidah dan orang-orang Kristen yang ada di Al-Quds. Disebut sebagai perjanjian Umari,” urainya.

Dengan futuuhaat itu, ucapnya, Palestina menjadi tanah kharajiyah bagi umat Islam dan haram hukumnya untuk diambil kembali dari tangan umat Islam sampai Hari Hiamat.

Adapun secara track record (rekam jejak), ia menjelaskan, negara-negara yang pernah menguasai Palestina itu banyak. “Sebelum Umar bin Khaththab, Palestina pernah dikuasai oleh Romawi. Ratusan tahun setelah Umar ada masa Umayah, Abasiyah, kemudian masuk orang-orang Salibis dari Eropa dan berkuasa di Yerusalem selama 80-an tahun,” jelasnya.

Berikutnya, ia melanjutkan, Palestina masuk lagi ke wilayah Islam oleh Salahuddin al-Ayyubi. Sampai zaman Utsmaniyah, Palestina dalam pangkuan umat Islam. “Secara hitung-hitungan Palestina dikuasai umat Islam. Saya hitung itu sekitar 1142 tahun. Dimulai dari zaman Umar bin Khaththab dipotong 80 tahun ketika kekuasaan Salib, dilanjutkan umat Islam selama 400 tahun dari zaman Salahuddin al-Ayyubi sampai Utsmani. Diakhiri ketika Palestina itu lepas dari Khilafah tahun 1917 saat Utsmani kalah dalam Perang Dunia Pertama dan Palestina masuk ke British Mandate,” paparnya.

Menurut dia, selama 1142 tahun dikuasai umat Islam, Palestina tidak pernah mengalami persekusi bagi pemeluk agama non-Islam yang mendiami Palestina. “Persekusi yang paling nyata, paling menelanjangi mata dan hati nurani itu ya ketika orang-orang Salib berkuasa selama 80 tahun sebelum Salahuddin Al-Ayyubi, dan sekarang ini. Dari masa Palestina masuk ke dalam British Mandate sampai Zionis Yahudi berdiri tahun 1948 sampai 2023, jumlah korbannya itu sangat banyak. Persekusi, intoleransi, banyak terjadi ketika Palestina di tangan orang selain Islam,” ungkapnya.

Terakhir, ia menegaskan, di tangan umat Islam Palestina sangat damai. “Bahkan orang-orang Kristen, orang-orang Yahudi atau kita lihat sendirilah, banyak bangunan gereja atau sinagog di Yerusalem yang umurnya ratusan tahun masih berdiri karena dirawat oleh umat Islam,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 7 =

Back to top button