Kilas Dunia

Zionis Curi Organ Tubuh Syuhada, Biadab!

Terkait pernyataan Dr. Marwan al-Hams, Direktur Rumah Sakit Abu Youssef Al-Najjar di Rafah, selatan Jalur Gaza, yang membenarkan bahwa Zionis Yahudi mencuri organ dari tubuh syuhada yang mereka bunuh di Jalur Gaza, Aktivis Hizbut Tahrir Bara’ah Munashirah menyatakan mencuri organ tubuh syuhada di Gaza adalah sebuah kejahatan yang biadab.

“Mencuri organ tubuh syuhada di Gaza adalah sebuah kejahatan yang biadab, ditambah dengan kejahatan yang dilakukan oleh entitas kriminal pengecut ini yang sangat melampaui batas, dan juga melanggar semua yang dikatakan tentang sebagai garis merah, sehingga yang hidup maupun yang mati tidak luput dari kejahatannya,” ungkapnya seperti dilansir hizb-ut-tahrir.info, Jumat (5/1/2024).

Mereka, jelas Bara’ah, tidak puas dengan kejahatan melakukan pembunuhan dan eksekusi terhadap syuhada, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Mereka menambahkan kejahatan lain pada kejahatannya ini dengan mengambil jenazah syuhada dari kuburan, mencuri organ tubuhnya, dan kemudian memasukkannya ke dalam truk dengan cara yang tidak manusiawi untuk dikuburkan kembali.

“Kejahatan dan kebrutalan apa yang seperti ini?! Apakah sampai semurah ini darah kaum Muslim?! Apakah sampai sejauh ini mereka diperlakukan tidak manusiawi, baik mereka yang hidup maupun yang mati?!” kecam Bara’ah.

Menurut Bara’ah, jika kejahatan-kejahatan, khususnya kejahatan yang begitu keji dan biadab ini, terjadi terhadap non-Muslim, maka negara-negara Barat dan lembaga-lembaga kemanusiaan dan hukumnya langsung bersuara dan bertindak cepat.

“Namun, karena kebencian dan permusuhan yang terang-terangan terhadap Islam dan kaum Muslim, serta kemunafikannya yang tinggi dalam menyelesaikan masalah, juga slogan hak asasi manusia yang diusung mereka ini selama beberapa dekade adalah kebohongan dan kepalsuan belaka,” terangnya.

Hal ini, lanjutnya, semua tampak begitu jelas dan terang dalam perang Gaza, sehingga tidak ada ruang atau alasan bagi siapa pun yang tertipu atau disesatkan oleh komunitas internasional dan lembaga-lembaganya.

“Menurut kebiasaan para penjahat yang berkonspirasi ini: membunuh seseorang di hutan adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan, sedangkan membunuh rakyat yang dilindungi undang-undang adalah hal yang masih perlu diperdebatkan!” sindirnya.

Namun, aku Bara’ah, kerusakan dan kesalahan ini tidak semua sebabnya ada pada mereka, tetapi diamnya ahlul quwwah (pemilik kekuatan) di tengah-tengah Dunia Islam juga.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 12 =

Back to top button