Kilas Dunia

Trump Ingin AS Kuat, Penguasa Muslim Ingin Negerinya Lemah

Berkebalikan dengan ambisi Presiden Donald Trump untuk memperkuat Amerika Serikat dengan menyatukan Greenland menjadi wilayah kekuasaannya menyusul penyatuan negeri-negeri lain menjadi wilayah AS yang dimulai sejak 1800-an, Aktivis Hizbut Tahrir Dr. Abdullah Rubin mengkritik para penguasa Dunia Islam yang ingin negeri-negeri Muslim menjadi lebih kecil dan lebih lemah karena membiarkan tetap terpecah lebih dari 57 negara-bangsa.

“Trump ingin memperluas Amerika agar menjadi lebih kuat, para penguasa kita ingin negeri-negeri kita menjadi lebih kecil dan lebih lemah,” ujarnya sebagaimana diberitakan hizb-ut-tahrir.info, (21/3/2025).

Jadi, tegas Abdullah, yang seharusnya membuat kaum Muslim khawatir bukanlah keinginan AS untuk berekspansi. Namun, kontradiksi antara keinginan tersebut dan para penguasa Muslim yang diperbudak.

“Mereka (para penguasa Muslim) memerintah orang-orang dengan kesamaan akidah, budaya dan sejarah gemilang di panggung dunia. Namun, mereka merasa puas untuk tetap terbagi menjadi 57 wilayah, mereka menyaksikan negeri-negeri mereka diserang secara militer, budaya dan ekonomi, satu demi satu!” ujarnya.

Ia kemudian berseru. “Wahai kaum Muslim, di bawah para penguasa yang menyedihkan ini, siapakah yang dapat membayangkan adanya penyatuan meski hanya dua negeri Islam saja? Jadi, dua saja susah, apalagi penyatuan lima puluh tujuh negeri menjadi satu negara, dan menyebarkan cahaya Islam ke negeri-negeri baru. Kami yakin itu akan terjadi. Namun, berapa banyak generasi yang akan hilang hingga hari itu tiba?!” tegasnya.

Seperti diketahui, pada 13 Maret 2025 kembali menegaskan untuk mencaplok Greenland dari Denmark. Sebelumnya, AS telah memperluas wilayahnya melalui berbagai akuisisi. Di antaranya: pembelian Louisiana (1803) dari Prancis; mendapatkan Florida (1819) dari Spanyol; aneksasi Texas (1845) dari Meksiko; pembelian Alaska (1867) dari Rusia; serta pada 1898, Hawaii dicaplok dan mengakuisisi Puerto Rico, Guam, dan Filipina setelah Perang Spanyol-AS. Sebaliknya, kaum Muslim terpecah lebih dari 57 negara-bangsa kecil dan lemah. Padahal sebelumnya mereka bersatu dalam naungan khilafah Islam yang puncak kejayaannya menaungi dua pertiga dunia. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + fourteen =

Back to top button