Takrifat

  • Cara Mengetahui Nasakh

    طَرِيْقُ مَعْرِفَةِ النَّسْخِ Mengetahui nasakh, yakni mengetahui hukum yang di-nasakh dan yang me-nasakh sangat penting. Tentu agar tidak salah mengamalkan…

    Selengkapnya
  • Perbedaan Nasakh dengan Pengkhususan

    الفَرْقُ بَيْنَ النَّسْخِ وَالتَّخْصِيْصِ Nasakh (an-naskh) dan pengkhususan (at-takhshîsh) punya kemiripan. Sebabnya, keduanya memiliki kesamaan pada aspek tertentu. Imam al-Ghazali…

    Selengkapnya
  • Nasakh Ijmak dan Qiyas

    نسَْخُ الإﺟِْﻤَاعِ وَالْقِيَاسِ Nasakh Ijmak (Naskhu al-Ijmâ’) adalah pembatalan hukum yang dipahami dari Ijmak. Yang dimaksud dengan Ijmak adalah Ijmak…

    Selengkapnya
  • Nasakh as-Sunnah

    Nasakh as-Sunnah (naskhu as-sunnah) adalah pembatalan hukum yang dipahami dari as-Sunnah yang lebih dulu oleh nas yang lebih belakangan. Artinya,…

    Selengkapnya
  • Nasakh Al-Quran Dengan As-Sunnah, Ijmak Sahabat dan Qiyas

    Nasakh al-Quran dengan as-Sunnah, Ijmak Sahabat atau Qiyas maknanya adalah pembatalan hukum yang dinyatakan dalam ayat al-Quran dengan as-Sunnah, Ijmak…

    Selengkapnya
  • Nasakh Al-Quran Dengan Al-Quran

    نَسْخُ الْقُرْآنِ بِالْقُرْآنِ Nasakh adalah ibthâlu al-hukmi al-mustafâd min nashsh[in] sâbiq[in] bi nashsh[in] lâhiq[in] (pembatalan hukum yang dipahami dari nas…

    Selengkapnya
  • Substansi Nasakh

    مَاهِيَةُ النَّسْخِ Menurut Imam Taqiyuddin an-Nabhani di dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah Jilid 3: An-Naskhu (nasakh) adalah ibthâlu al-hukmi al-mustafâd min nashsh[in]…

    Selengkapnya
  • Nasakh

    اَلنَّسْــــخُ An-Naskhu secara bahasa memiliki dua makna: Pertama, bermakna pencabutan (ar-raf’u) atau pembatalan (al-ibthâl) dan penghilangan (al-izâlah). Kedua, bermakna penukilan…

    Selengkapnya
  • Bayân al-Mujmal

    بَيَانُ الْمُجْمَلِ Di dalam al-Quran dan as-Sunnah ada nas-nas yang mujmal. Dalil al-mujmal itu, karena ketidakjelasan dalâlah-nya atau karena mengandung…

    Selengkapnya
  • Al-Bayân dan al-Mubayyan

    اَلْبَيَانُ وَالْمُبَيَّنُ Badruddin az-Zarkasyi (w. 794 H) menyatakan di Bahru al-Muhîth fî Ushûl al-Fiqhi: Al-bayân secara bahasa merupakan isim mashdar…

    Selengkapnya
Back to top button