Kilas Dunia

Inkonsistensi Trump Terhadap NATO

Pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa AS akan mengirimkan tambahan 5.000 tentara ke Polandia, hanya beberapa hari setelah Pentagon mengumumkan penangguhan pengerahan brigade tempur yang sebelumnya direncanakan ke negara tersebut, dinilai sebagai bentuk inkonsistensi terhadap Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Di sinilah letak perilaku ‘Trumpisme’ yang inkonsisten dan tidak menentu. Ini telah menjadi ciri khas tindakan presiden AS sejak keterlibatannya dalam perang dengan Iran, kepribadiannya yang goyah dan pernyataan serta sikapnya yang tidak seimbang terlihat jelas, sebut Aktivis Hizbut Tahrir Salim Abu Sabitan sebagaimana diberitakan hizb-ut-tahrir.info (26/5/2026).

Menurut Salim, Trump menilai Eropa—terutama Jerman—terlalu bergantung pada perlindungan AS tanpa meningkatkan kontribusi pertahanan NATO. Karena itu, ia menerapkan prinsip “tidak ada makan siang gratis”: negara yang ingin mendapat perlindungan AS harus membayarnya, antara lain dengan membeli senjata dan bergantung pada keahlian militer AS.

Namun, menurut Salim, logika ini tampak bertentangan dengan keputusan Trump mengirim 5.000 tentara AS ke Polandia. Ia menduga langkah itu lebih terkait ketegangan politik dengan Jerman setelah Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, mengkritik perang AS terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. Salim menilai inilah yang mendorong Trump menarik 5.000 tentara dari Jerman dan memindahkannya ke Polandia, meski kontribusi dan kekuatan ekonomi Polandia jauh di bawah Jerman. []

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 3 =

Back to top button