Kilas Dunia

Undangan Tokoh Pro Zionis, Amankan Pengakuan Dunia

Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan undangan terhadap tokoh pro Zionis ke ormas Islam ataupun kampus ternama di Indonesia sejalan dengan upaya Israel untuk mengamankan pengakuan dunia, terutama dari negara-negara Muslim, lewat jalur soft dan hard diplomasi.

“Israel dan pendukungnya tentu mereka akan terus berusaha dengan segala cara. Baik itu sebutlah dengan istilah eh soft diplomation ataupun hard diplomation itu untuk mendapatkan pengakuan dunia,” ujarnya dalam Fokus: Undang Zionis Pro Genosida, Ada Apa? di kanal YouTube UIY Official, Ahad (31/8/2025).

Ia menilai, pengakuan dari Dunia Islam sangat penting bagi Israel, bukan sekadar pengakuan formal, tetapi sebagi alat untuk mengakhiri narasi penolakan terhadap keberadaan mereka di tanah Palestina. Karena itu, berbagai cara ditempuh, melalui pendeketan kultural, ekonomi, dan personal sebagai strategi soft diplomacy.

“Sepanjang masih ada narasi itu, mereka tidak akan pernah tidur nyenyak,” tegas UIY.

Maka dari itu, bagi UIY lucu sekali ketika satelah menuai kecaman, baru bilang tidak tahu kalau tokoh itu pro Zionis. Semua data bisa diakses, dicari latar belakang dan karya-karyanya. Justru pertanyaan tidak tahu itu semakin memperlihatkan ada yang tidak beres di balik undangan itu.

“Masa tidak tahu bahwa ini orang pro Zionis gitu. Jadi justru ketika dia ngomong, ‘Wah, maaf kami tidak tahu.’ Itu lucu gitu,” herannya.

Ia juga mengungkapkan, entitas penjajah Zionis Yahudi paham betul pentingnya mendekati Indonesia sebagai negara Muslim terbesar. Upaya mendekati organisasi keagamaan besar seperti NU dan Muhammadiyah disebut bukan hal baru.

“Mereka tahu betul, bicara Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dua ormas besar itu,” tambahnya.

Karena itu, UIY menilai, penentangan terhadap langkah-langkah yang memberikan ruang bagi Zionisme harus terus disuarakan. Jika diam saja, hanya akan dianggap sebagai bentuk persetujuan.

“Harus diviralkan. Harus diributkan. Kalau tidak, mereka akan bergerak leluasa. Sekarang ini kalau tidak viral, tidak ada keadilan,” tegasnya.

UIY juga mengingatkan, perjuangan membela Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan, melainkan persoalan akidah dan eksistensi umat Islam. Solusi sejati pembebasan Palestina hanya bisa terwujud dengan kebangkitan kepemimpinan Islam global.

“Jika kita ingin membebaskan Palestina, kita harus menghadirkan kembali pelindungnya yang dulu, yakni Khilafah Islam. Solusi Palestina itu jihad dan Khilafah,” pungkasnya. []

[Joy dan Tim]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + four =

Back to top button