Pengantar

Pengantar [Hijrah Peradaban]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, tak terasa, kita kembali memasuki Tahun Baru Hijrah, yakni 1445 H. Sebagian umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijrah sebagai momentum untuk melakukan refleksi (perenungan), kontemplasi (muhaasabah), bahkan mungkin menetapkan sejumlah resolusi (tuntutan) baru untuk masa depan hidupnya agar lebih baik.

Hal yang sama sudah seharusnya dilakukan oleh kaum Muslim, khususnya di negeri ini, yang merupakan penduduk mayoritas. Bahkan saat ini, sudah saatnya kaum Muslim—secara kolektif—berani melakukan semacam koreksi terhadap sistem kehidupan sekuler yang dijalankan selama ini, yang terbukti bermasalah. Baik terkait sistem ekonomi, sistem hukum, sistem peradilan, sistem politik dan pemerintahan, sistem pendidikan maupun sistem sosial, dll. Selanjutnya, kaum Muslim harus berani berhijrah, yakni meninggalkan sistem kehidupan sekuler ini, menuju sistem kehidupan yang shahih, yakni sistem kehidupan Islam. Selama kaum Muslim tidak memiliki tekad dan keberanian untuk berhijrah, yakni meninggalkan sistem jahiliah ini, menuju sistem Islam, maka nasib mereka tidak akan pernah berubah. Bakal tetap terpuruk dan terjajah.

Sayangnya, kesadaran kolektif tentang pentingnya kaum Muslim berhijrah—dari sistem dan peradaban sekuler jahiliah saat ini menuju sistem dan peradaban Islam—masih sangat rendah. Padahal jelas, di hadapan mereka tampak nyata kerusakan sistem dan peradaban sekuler. Mereka sendiri sesungguhnya korban langsung dari kerusakan sistem dan peradaban sekuler tersebut. Kemiskinan, kesenjangan ekonomi dan sosial, ketidakadilan hukum, kerusakan moral, dll jelas-jelas mereka alami dan rasakan. Secara global pun, peradaban Kapitalisme sebetulnya sedang sakit parah. Yang paling kentara, misalnya, aspek moral. Bagaimana seks bebas, bahkan LGBTQ, misalnya, yang jelas-jelas menjijikkan, seolah menjadi budaya baru yang tak boleh ditolak. Puluhan negara Barat bahkan sudah melegalkan perkawinan sejenis. Belum lagi bicara tingginya kesenjangan ekonomi, melonjaknya angka kriminalitas, masih adanya diskriminasi, dll.

Semua ini sejatinya menjadikan kaum Muslim sadar bahwa mereka wajib meninggalkan sistem dan peradaban sekuler yang rusak dan merusak. Kemudian mereka berusaha menegakkan sistem dan peradaban Islam yang pasti penuh rahmat dan diridhai oleh Allah SWT.

Di seputar itulah tema utama al-waie kali ini. Selain tema menarik lain lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + nine =

Back to top button