Dunia Islam

Leaflet Hizbut Tahrir 28 Rabiuts Tsani 1445 H

بسم الله الرحمن الرحيم


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلۡبٌ أَوۡ أَلۡقَى ٱلسَّمۡعَ وَهُوَ شَهِيدٞ  ٣٧

Sungguh pada yang demikian benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedangkan dia menyaksikannya. (QS Qaf [50]: 37).

 

Wahai Manusia, wahai kaum Muslim,  wahai Tentara di Pasukan kaum Muslim:

Sekitar enam puluh orang penguasa di negeri kaum Muslim baik Arab maupun non-Arab berkumpul dalam pertemuan di Riyadh, Sabtu 11/11/2023. Tujuannya untuk mendiskusikan serangan Yahudi terhadap Gaza. Pertemuan ini berlangsung setelah lebih dari satu bulan berlalu sejak serangan Yahudi, juga  setelah lebih dari sebelas ribu syahid dan sekira tiga puluh ribu orang terluka. Seolah-olah para penguasa itu menunggu Yahudi melakukan kejahatan-kejahatan paling jauh yang bisa mereka lakukan terhadap warga Gaza!

Begitulah! Para penguasa itu, karena jumlah mereka yang banyak, memenuhi layar media! Kemudian mereka mulai berbicara. Mereka mulai menyebutkan tindakan-tindakan bengis entitas Yahudi di Gaza. Pembicara mereka berkata: Solusi terhadap konflik tersebut adalah solusi dua negara. Pengepungan terhadap Gaza harus dicabut. Kami menuntut Dewan Keamanan memikul tanggung jawabnya untuk menghentikan perang terhadap rakyat kami. Kami menuntut agar penyeberangan dibuka untuk masuknya bantuan-bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza. (Israel) melakukan hukuman kolektif. Situasi di Gaza adalah bencana besar dan mengejutkan. Pengeboman rumah-rumah sakit, sekolah dan institusi merupakan kejahatan. Kami menuntut gencatan senjata segera. (Israel) memikul tanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga sipil. Entitas Zionis melanggar hukum internasional dan menggunakan senjata yang tidak boleh digunakan. Amerika mendukung entitas Yahudi dengan senjata.

Lalu salah seorang dari mereka mengirimkan salam kepada pejuang perlawanan di Gaza. Semua itu merupakan kata-kata yang tidak mengenyangkan dan tidak menghilangkan lapar. Semua itu tidak menolong Gaza dan tidak membalas agresi terhadap Gaza! Paling jauh mereka menyampaikan salam kepada perlawanan di Gaza, sedangkan mereka menonton dari jauh! Lalu kepada siapakah mereka meminta pencabutan pengepungan, penghentian serangan terhadap Gaza dan pembukaan penyeberangan, sementara mereka duduk-duduk saja?!

Kemudian, setelah masing-masing dari mereka melipat kertas catatan kata-kata mereka dan mereka istirahat, mereka mengeluarkan pernyataan mereka yang menggemakan ucapan mereka di awal konferensi dan mereka mengecam agresi tersebut. Mereka menggambarkan itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Mereka lalu menyeru kepada Dewan Keamanan untuk mengambil keputusan tegas dan mengikat yang mewajibkan penghentian agresi dan mengekang otoritas pendudukan imperialistis yang melanggar hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan resolusi-resolusi legitimasi internasional.

Pernyataan tersebut sekadar menyerukan “penghentian pengepungan terhadap Gaza dan mewajibkan untuk memasukkan konvoi bantuan kemanusiaan Arab, Islami dan internasional”.

Mereka sekadar menugaskan sejumlah menteri luar negeri untuk segera memulai tindakan internasional untuk menghentikan perang di Gaza. Mereka hanya mengutuk pemindahan sekitar satu setengah juta orang dari bagian utara Jalur Gaza ke bagian selatannya; mengutuk operasi militer yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan terhadap kota-kota dan kamp-kamp Palestina; mengutuk serangan-serangan (Israel) terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di al-Quds. Mereka hanya menegaskan kembali komitmen pada perdamaian sebagai pilihan strategis; pada solusi komprehensif yang menjamin kesatuan Gaza dan Tepi Barat sebagai satu negara Palestina merdeka dengan al-Quds timur sebagai ibukotanya berdasarkan batas-batas 4 Juni 1967!

Begitulah pertemuan mereka, pembicaraan mereka, istirahat mereka dan kemudian pernyataan mereka. Tidak memajukan dan tidak memundurkan kejahatan orang-orang Yahudi dalam membunuh anak-anak, wanita dan orang tua; bahkan dalam menghancurkan rumah-rumah sakit, masjid, rumah, bebatuan dan pepohonan! Zionis Yahudi juga memutus aliran listrik, mencegah bahan bakar dan obat-obatan mencapai rumah-rumah sakit dan pasien di dalamnya, sampai kematian meningkat dan jasad-jasad menumpuk di lantai rumah sakit tanpa orang-orang dapat menguburkannya. Semua ini terjadi dengan  didengar dan dilihat oleh para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim!

 

Wahai Manusia, wahai kaum Muslim, wahai Tentara di Pasukan kaum Muslim:

Bagaimana para penguasa itu tidak memahami dan mengerti bahwa serangan pasukan musuh memerlukan pasukan yang berdiri menghadapinya dan menceraiberaikan orang yang di belakangnya?

فَإِمَّا تَثۡقَفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡحَرۡبِ فَشَرِّدۡ بِهِم مَّنۡ خَلۡفَهُمۡ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ  ٥٧

Jika kamu menemui mereka dalam peperangan maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka supaya mereka mengambil pelajaran (QS al-Anfal [8]: 57).

 

Bagaimana mereka tidak memahami bahwa mereka akan terus melakukan kebrutalan jika tidak seorang pun menghadapi mereka? Apakah membalas musuh itu cukup dengan kata-kata yang berbunga-bunga dari para penguasa kaum Muslim dan bukannya mengerahkan pasukan untuk memerangi mereka? Tidakkah mereka mendengar firman Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa:

قَٰتِلُوهُمۡ يُعَذِّبۡهُمُ ٱللَّهُ بِأَيۡدِيكُمۡ وَيُخۡزِهِمۡ وَيَنصُرۡكُمۡ عَلَيۡهِمۡ وَيَشۡفِ صُدُورَ قَوۡمٖ مُّؤۡمِنِينَ  ١٤

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman (QS at-Taubah [9]: 14).

 

Bagaimana mereka tidak memahami bahwa Palestina adalah tanah Masjid al-Aqsha yang Allah berkahi sekitarnya?

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ ١

Mahasuci Allah Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidi al-Haram ke Masjidi al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya (QS al-Isra’ [17]: 1).

 

Bukankah solusi dua negara yang diserukan oleh para penguasa itu merupakan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin? Apakah bumi Islam boleh dipecah antara warganya dan musuh-musuhnya? Apakah sejumlah negeri kaum Muslim di sekitar Palestina tidak memiliki tentara yang mampu mencekik entitas monster yang menduduki Palestina dan mengusir rakyatnya dari sana? Bukankah tentara kaum Muslim mampu menyingkirkan entitas ini dan mengembalikan Palestina secara keseluruhan sehingga kembali seperti dulu menjadi Darul Islam yang bersinar? Bukankah orang yang menduduki tanah kaum Muslim dan mengusir warganya dari sana layak diperangi oleh pasukan kaum Muslim dan diusir darinya sebagaimana dia mengusir warganya?

وَٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ ثَقِفۡتُمُوهُمۡ وَأَخۡرِجُوهُم مِّنۡ حَيۡثُ أَخۡرَجُوكُمۡۚ ١٩١

Bunuhlah mereka di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (QS al-Baqarah [2]: 191).

 

Bagaimana mereka tidak memahami bahwa ini merupakan kewajiban yang agung?

Sungguh para penguasa itu, tidak diragukan lagi, sangat paham Namun, kemalangan menguasai mereka. Mereka tunduk patuh kepada kaum kafir penjajah, khususnya Amerika. Mereka mengatakan apa yang dikatakan oleh negara-negara kafir penjajah dan melakukan apa yang mereka lakukan. Mereka tidak menolak permintaan negara kafir penjajah itu dalam rangka menjaga kursi kekuasaan mereka yang bengkok.

قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ  ٤

Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (Qs al-Munafiqun [63]: 4).

 

Wahai Manusia, wahai kaum Muslim, wahai Tentara di Pasukan kaum Muslim:

Sungguh musibah umat ini ada pada para penguasanya. Para penguasa itu menyaksikan jasad syuhada dengan mata mereka, mendengar teriakan anak-anak dengan telinga mereka dan melihat orang-orang mengungsi dari rumah-rumah mereka dengan membawa anak-anak dan wanita-wanita mereka dalam pemandangan yang membuat hati berdarah. Para penguasa itu menyaksikan semua ini. Pendengaran dan penglihatan mereka mengindera semua ini. Namun, semua itu tidak dirasakan oleh jiwa kesatria seperti Khalifah al-Mu’tashim! Semua ini terjadi pada saat mereka mengelilingi entitas Yahudi seperti gelang melingkari pergelangan tangan. Meski demikian, mereka tidak menggerakkan pasukan atau menjawab teriakan permintaan tolong. Mereka merendahkan diri mereka sendiri dan tidak ada rasa sakit lagi bagi lukanya mayit!

 

Wahai Manusia, wahai kaum Muslim, wahai Tentara di Pasukan kaum Muslim:

Bukankah Anda sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya? Bukankah Anda sekalian adalah anak-anak umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia? Bukankah Anda sekalian adalah anak-anak mujahidin penakluk yang menyebarkan kebaikan di seluruh penjuru dunia? Bukankah tentara itu adalah anak-anak Anda sekalian? Tidak mampukah Anda sekalian mendorong mereka untuk berperang dan dengan izin Allah mampu untuk menegakkan kebenaran dan menolong saudara-saudara mereka di tanah yang diberkahi.

وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ ٧٢

Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama maka kalian wajib memberikan pertolongan (QS al-Anfal [8]: 72).

 

Alhasil, ayo wahai para tentara Muslim, segera tolong saudara-saudara Anda sekalian di Gaza yang diperangi oleh entitas Yahudi pencaplok tanah yang diberkahi.

Ayo wahai tentara Muslim, perangi orang yang telah ditimpa kenistaan dan kehinaan serta  kemurkaan dari Allah.

Ayo wahai tentara Muslim, kembalikan Palestina secara keseluruhan kepada Islam dan kaum Muslim.

Ayo wahai tentara Muslim, menuju pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat dan berilah kabar gembira kepada kaum Mukmin.

 

Wahai Manusia, wahai kaum Muslim, wahai Tentara di Pasukan kaum Muslim:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلۡبٌ أَوۡ أَلۡقَى ٱلسَّمۡعَ وَهُوَ شَهِيدٞ  ٣٧

Sungguh pada yang demikian benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedangkan dia menyaksikannya (QS Qaf [50]: 37).

 

28 Rabiuts Tsani 1445 H

Ahad, 12 November 2023 M

 

Hizbut Tahrir.

[Sumber: https://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/leaflets/hizb/92064.html]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 3 =

Back to top button