
Jika Ancamannya Riil, Pakistan-Afganistan Perlu Berunding
Merespon konflik antara Pakistan dan Afganistan yang kembali memanas dalam beberapa hari terakhir ini dengan dalih memerangi kelompok militan, Pengamat Hubungan Internasional Hasbi Aswar menyatakan, jika memang ancaman tersebut bersifat riil, maka kedua negara seharusnya dapat menempuh jalur perundingan dan kerja sama untuk menyelesaikan masalah itu secara bersama.
“Terkait dengan konflik ini kalau memang ini riil masalah ancaman kelompok-kelompok militan maka kedua belah pihak, Pakistan maupun Afganistan perlu berunding dan bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya kepada media-umat.com, Jumaat (26/6/2026).
Sekali lagi Hasbi menegaskan, jika persoalannya murni keamanan, Pakistan dan Afganistan bisa dengan mudah bekerja sama. “Bahkan melibatkan negara-negara Muslim lainnya untuk menyelesaikan ancaman tersebut,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengungkap, realitas di lapangan menunjukkan persoalan ini jauh lebih kompleks dari sekadar isu keamanan. “Kedekatan Taliban dengan India menjadi salah satu faktor yang membuat Pakistan kurang nyaman, mengingat India selama ini merupakan rival utama Pakistan di kawasan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hasbi menjelaskan, konflik ini lebih mencerminkan benturan kepentingan nasional masing-masing negara. Adapun isu terorisme atau keamanan kerap hanya menjadi permukaan, sementara kepentingan strategis tiap negara justru lebih dominan dalam menentukan arah kebijakan.
Menurut Hasbi, kondisi ini menunjukkan adanya dampak negatif dari gagasan nasionalisme yang membatasi solidaritas Dunia Islam. Orientasi kepentingan negara masing-masing telah menggeser kepentingan umat secara keseluruhan.
Akibatnya, Hasbi mengingatkan, konflik yang terjadi justru membawa kerugian besar bagi umat Islam sendiri.
“Yang menjadi korban adalah sesama umat, baik dari sisi materiil maupun korban jiwa seperti luka-luka, meninggal, dan penderitaan yang berkepanjangan,” pungkasnya. []



