Kilas Dunia

Kaum Muslim Harus Mendobrak Status Quo Teknologi

Merespon perlombaan Amerika Serikat dengan Cina dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI), Aktivis Hizbut Tahrir Zakariyah Imran menyatakan kaum Muslim harus mendobrak status quo dan merebut kembali tempat semestinya di garis depan kemajuan teknologi dengan mendirikan Negara Islam.

“Sebagai kaum Muslim, kita harus mendobrak status quo dan merebut kembali tempat kita yang semestinya di garis depan kemajuan teknologi dengan mendirikan Negara Islam,” ujarnya sebagaimana dilansir hizb-ut-tahrir.info, Sabtu (22/2/2025).

Sebabnya, tegasnya, merupakan kewajiban kaum Muslim untuk memimpin dunia dalam segala bidang, sebagaimana firman Allah SWT (yang artinya): Dialah Yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia unggulkan atas semua agama walaupun kaum musyrik tidak menyukai (TQS at-Taubah [9]: 33)

Zakariyah mengingatkan, elemen kunci dalam kepemimpinan dunia adalah industri militer yang kuat, yang mencakup kemajuan teknologi yang berkelanjutan.

Ia kemudian mengutip firman Allah SWT (yang artinya): Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka kekuatan apa saja yang kalian mampu, juga pasukan berkuda. Dengan persiapan itu kalian membuat gentar musuh Allah, musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui, (tetapi) Allah mengetahui (TQS al-Anfal [8]: 60).

“Kaum Muslim telah mendominasi industri militer selama berabad-abad, yang dengan sendirinya merupakan stimulus bagi perkembangan industri secara umum. Khilafah Rasyidah akan melakukan itu lagi, dengan izin Allah SWT,” tegasnya.

Menurut dia, Khilafah Rasyidah (Kedua) akan mempersatukan negeri-negeri kaum Muslim, memanfaatkan sumber daya alamnya yang besar untuk mengembangkan teknologi maju dan modern, serta untuk mencapai kemandirian penuh.

“Khilafah Rasyidah (Kedua) akan menantang dominasi kekuatan dunia dan memastikan bahwa Islam memimpin dunia sekali lagi dengan keadilan dan kekuatan. Kepemimpinan yang kuat di bawah Khilafah bukan sekadar kebutuhan politik, tetapi juga kewajiban agama bagi kaum Muslim,” pungkasnya. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 18 =

Back to top button