Kilas Dunia

India-Entitas Yahudi Perkuat Aliansi

Hizbut Tahrir menilai kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke entitas Yahudi pada 25 Februari 2026 untuk memperkuat aliansi melawan kaum Muslim. Hal itu ia nyatakan dalam situs resmi hizb-ut-tahrir.info, Kamis (26/2/2026).

Sebagaimana diakui Modi di akun X-nya menjelang kunjungan, sebut HT, India dan entitas Yahudi “memiliki kemitraan strategis yang kuat dan beragam, dan hubungan telah diperkuat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.”

Hubungan ini, jelas HT, semakin diperkuat oleh pernyataannya bahwa India mendukung entitas Yahudi dalam agresinya terhadap Gaza dan praktik genosida melalui pembunuhan dan kelaparan. India, di bawah kepemimpinannya, melancarkan perang serupa terhadap kaum Muslim di dalam perbatasannya sendiri dan di Kashmir yang diduduki.

India dan entitas Yahudi secara terbuka menyatakan permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum Muslim. Bahkan mereka menduduki tanah Islam.

“India mencaplok Kashmir yang diduduki pada tahun 2019. Ini menjadi contoh potensi pencaplokan Tepi Barat yang diduduki oleh entitas Yahudi, yang mencakup sekitar 80% wilayah Palestina,” sebutnya.

Menurutnya, Perdana Menteri entitas Yahudi Benjamin Netanyahu memuji Modi, menggambarkan dia sebagai seorang teman. Netanyahu menganggap kunjungan Modi sebagai “kesempatan untuk membangun aliansi baru di Timur Tengah dan sekitarnya,” serta memperkirakan “pembaruan perjanjian keamanan untuk memungkinkan kerja sama yang lebih dalam di industri pertahanan.”

Mereka menyatakan penguatan aliansi dan kekuasaan mereka saat mereka melancarkan perang melawan kaum Muslim di Timur Tengah dan subkontinen India, dua wilayah Islam yang seharusnya diperintah oleh hukum Islam seperti yang telah terjadi selama lebih dari 13 abad, dan bukan oleh pemerintahan Yahudi dan Hindu, yang di belakang mereka adalah Amerika Serikat. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + seventeen =

Back to top button