
Lima Seruan Strategis-Ideologis HTM Terhadap Iran
Menjawab selamat hari Lebaran dan ucapan terima kasih Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di platform X pada 22 Maret kepada Muslim Indonesia-Malaysia-Brunei yang mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir Malaysia (HTM) Abdul Hakim Othman menyampaikan lima poin seruan strategis-ideologis sebagai balasannya. Hal itu ia sampaikan di situs resmi HTM, Rabu (25/3/2026).
Pertama: Iran perlu terus melawan Amerika dan wajib mengikhlaskan diri hanya kepada Allah SWT dan untuk kepentingan Islam dan kaum Muslim.
Kedua: Iran wajib menyatakan secara jelas dan tegas kepada seluruh dunia bahwa peperangan Iran melawan Amerika dan entitas Yahudi ini bukanlah peperangan biasa, melainkan Jihad fî sabilillah.
Ketiga: Iran wajib menyeru seluruh negeri kaum Muslim—khususnya yang berdekatan dengan Iran seperti Pakistan, Afganistan, Irak, Turki, Mesir, Suriah dan lainnya—untuk bersama Iran dalam jihad ini.
Keempat: HTM melihat Amerika dan sekutunya, entitas Yahudi, saat ini berada dalam kondisi lemah dan di ambang kekalahan. Karena itu janganlah Iran berhenti memukulnya hingga benar-benar lumpuh dan tidak dapat bangkit kembali.
Kelima: Iran wajib menegakkan Khilafah dan membaiat seorang khalifah dengan cara yang sah, lalu mengajak seluruh negeri kaum Muslim untuk bersatu di bawah Khilafah tersebut.
HTM menegaskan dua kemungkinan. Pertama: Jika Iran mengikuti seruan, insyaallah kemenangan besar akan diraih; Idul Fitri benar-benar menjadi hari kemenangan hakiki; dan Iran akan dikenang sebagai penolong agama Allah.
Kedua: Jika Iran menolak seruan, malah kembali berdamai atau bekerja sama dengan AS/Israel; membiarkan Israel tetap ada; dan tetap bertahan dalam sistem negara-bangsa, maka HTM menyerahkan urusan Iran kepada Allah dan meyakini Allah akan menggantinya dengan kaum lain yang lebih layak. []
[Joy dan Tim]





