Kilas Dunia

Tiga Catatan Terkait Penutupan Masjidil Aqsha

Aktivis Hizbut Tahrir Abdul Hamid menyampaikan tiga catatan terkait penutupan Masjidil Aqsha oleh entitas Yahudi sehingga kaum Muslim tidak dapat shalat dan itikaf di dalam masjid suci ketiga tersebut pada bulan Ramadhan 1447 H.

“Dalam menghadapi kejahatan keji ini, kami tidak melihat alternatif lain selain mencatat poin-poin berikut,” ujarnya sebagaimana diberitakan alraiah.net, Rabu (1/4/2026).

Pertama: Kejahatan penutupan Masjidil Aqsha ini dilakukan karena kaum Muslim pada umumnya tetap pasif, sedangkan para penguasa mereka yang khianat dan bersekongkol tetap membisu, bahkan berkolusi. “Sementara itu, kaum Yahudi yang menduduki wilayah tersebut tidak menyia-nyiakan upaya atau kesempatan untuk merusak tempat-tempat suci kita, agama kita, dan hukum syariah kita yang benar, dalam melakukan semua itu mereka didorong oleh keserakahan dan impian mereka untuk membangun kuil mereka di atas reruntuhan Masjidil Aqsha yang diberkahi,” ujarnya.

Kedua: Penutupan Masjidil Aqsha yang diberkahi adalah mata rantai dari sebuah rencana yang lebih besar, yang dijalankan oleh aliansi Yahudi-Salib, yang tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan Masjidil Aqsha dan membangun kuil mereka di atas tanah yang sucikan itu.

Ketiga: Kejahatan menutup Masjidil Aqsha adalah untuk menjinakkan perasaan kaum Muslim. Dengan itu mereka terbiasa dengan penghinaan dan perendahan serta tidak bergerak ketika tempat-tempat suci dan kehormatan mereka disentuh dan diserang.

Kesimpulannya, tegas Abdul Hamid, penting untuk mengingat kedudukan Masjidil Aqsha yang diberkahi di antara seluruh umat Islam; juga perlunya tentara mereka untuk dimobilisasi di timur dan barat bumi guna menolong dan membebaskannya dari para perampas kekuasaan yang jahat, serta untuk memenuhi kabar gembira Nabi kita yang mulia Muhammad saw. ketika beliau bersabda, “Hari Kiamat tidak akan datang sampai kaum Muslim memerangi kaum Yahudi, dan kaum Muslim akan membunuh mereka, sampai orang Yahudi bersembunyi di balik batu atau pohon, kemudian batu atau pohon itu akan berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada seorang Yahudi di belakangku, datang dan bunuh dia,’ kecuali pohon gharqad (boxthorn), yang merupakan salah satu pohon milik orang Yahudi.”

“Hal ini pasti akan terwujudkan, insya Allah, baik melalui kita maupun orang lain. Maka dari itu marilah kita bergegas untuk mengangkat dunia dan akhirat. Marilah kita membangun Negara Khilafah kita, menerapkan syariah kita, melindungi kehormatan kita, menjaga tempat-tempat suci kita dan mengembalikan kejayaan kita. Untuk hal tersebut, hendaklah berjuang orang-orang yang mampu berjuang untuk mewujudkan semua itu,” pungkasnya. []

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 13 =

Back to top button