
Kritik Terhadap Rezim Iran Maupun Rezim Sunni
Aktivis Hizbut Tahrir Abdul Rauf al-Amiri melakukan kritik internal Dunia Islam baik terhadap rezim Iran-Syiah maupun rezim-rezim Muslim-Sunni. Kritik tersebut dimuat situs alraiyah.net, Rabu (1/4/2026) dalam artikel yang berjudul, “Hanya Khilafah yang Dapat Menghentikan Kegilaan Amerika di Dunia”. []
Kritik Terhadap Rezim Iran
Abdul Rauf mempertanyakan peran Iran ketika negeri-negeri kaum Muslim lain diserang Amerika Serikat dan entitas Yahudi, ketika AS berupaya menghancurkan umat dan menghilangkan fondasi kekuatannya, “Apakah para pemimpin rezim Iran sekarang masih ingat bahwa mereka memiliki umat, yang jumlahnya memenuhi arena global?”
“Bagaimana para pemimpin Iran hari ini mengingatkan umat Islam bahwa sikap sebagian pemerintah mereka bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad saw.?” tanyanya sembari mengutip Hadis Nabi saw., “Siapa saja yang mendengar seseorang berseru, ‘Wahai kaum Muslim!’ dan tidak menjawabnya, maka ia bukanlah seorang Muslim?”
Ia pun mempertanyakan, di manakah para pemimpin Iran ketika kaum Muslim di seluruh negeri Islam menyerukan pertolongan kepada mereka, untuk melawan agresi penjajah kafir dan tirani penguasa mereka?
“Bukankah para pemimpin Iran justru yang tanpa malu-malu menyatakan bahwa tanpa rezim mereka, Amerika tidak akan mampu menduduki Irak dan Afganistan, karena hal itu sesuai dengan kepentingan Amerika, dan memungkinkan Amerika untuk naik tahta tatanan internasional, tanpa lagi menghadapi pesaing nyata yang dapat mengekang ambisinya?” ujarnya. []
Kritik Terhadap Rezim-Rezim Sunni
Sebaliknya, ketika Iran melawan serangan AS dan Israel, rezim-rezim Sunni malah berada di pihak yang berlawanan dengan Iran. “Mengapa rezim-rezim Sunni ini secara khusus menargetkan rezim Syiah Iran. Padahal mereka semua telah mengalihkan perhatian umat Islam dari kejahatan Amerika dan sekutunya di Eropa, serta entitas Yahudi di negeri-negeri Islam, dengan berfokus pada kejahatan rezim Iran di Suriah dan Irak, misalnya, atau kejahatan rezim Saudi di Yaman, dan rezim Emirat di Sudan juga?” tanyanya.
Menurut Abdul Rauf, jika rezim Iran, yang telah mengaitkan kepentingan regionalnya dengan melayani kebijakan Amerika di kawasan itu, telah terlambat menyadari tipu daya Amerika dan kurangnya komitmennya, lalu mengapa mereka [rezim-rezim Sunni] mengkritik rezim yang terseret ke dalam perang melawannya [AS-entitas Yahudi]?
Rezim-rezim ini semuanya, sebut Abdul Rauf, membangun kebijakan mereka dengan menjadi anjing pemburu Amerika, setelah semuanya dimasukkan dalam agenda perpecahan, pelucutan senjata, pelemahan, dan kemudian kendali penuh atas semua sumber daya mereka. []





