Kilas Dunia

Latihan Militer Mesir Menakutkan Pejabat Entitas Yahudi

Latihan militer Mesir yang hanya berjarak 100 meter dari perbatasan selatan dengan entitas Yahudi menurut Aktivis Hizbut Tahrir Muhammad Abu Hisyam sangat menakutkan pejabat entitas Yahudi.

“Latihan militer Mesir menakutkan pejabat entitas Yahudi,” ujarnya sebagaimana diberitakan hizb-ut-tahrir.info, Jumat (1/5/2026).

Pasalnya, jelas Muhammad Abu Hisyam, Anggota Knesset Zvi Yedidia Sukkot meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera turun tangan menyusul laporan bahwa tentara Mesir bermaksud melakukan latihan hanya 100 meter dari perbatasan selatan entitas Yahudi.

“Latihan tembak langsung tentara Mesir yang begitu dekat dengan perbatasan internasional menimbulkan pertanyaan serius tentang kesiapan (Israel) dan dapat memengaruhi keamanan penduduk di daerah tersebut,” ujar Zvi Yedidia Sukkot sebagaimana diberitakan nabd.com, Senin (27/4/2026).

Pasalnya, jelas Muhammad Abu Hisyam, para pemimpin Yahudi menyadari perjanjian perdamaian yang mereka buat dengan rezim Mesir dan Yordania serta rezim lainnya tidak ada artinya, karena perjanjian tersebut dibuat dengan penguasa yang sama sekali tidak mewakili rakyat mereka, karena rezim-rezim tidak berkuasa melalui rakyat mereka sendiri, melainkan dibawa oleh negara-negara kolonial, terutama Amerika dan Inggris, dan dilantik secara paksa di atas leher kaum Muslim untuk mencapai kepentingan negara-negara kafir kolonial.

Oleh karena itu, sebutnya, sikap kaum Muslim terhadap entitas Yahudi sangat berbeda dengan sikap para penguasa mereka. Kaum Muslim memandang entitas Yahudi sebagai penjajah dan perampas tanah yang diberkahi, sehingga kaum Muslim percaya bahwa dalam masalah ini tidak akan ada perdamaian atau solusi kecuali melalui pemusnahan total entitas Yahudi.

“Para politisi Yahudi sepenuhnya menyadari hal ini, dan karena itu mereka menjadi cemas setiap kali menyaksikan pergerakan apa pun di dalam pasukan di antara tentara umat Islam. Mereka memahami bahwa pasukan-pasukan ini, yang saat ini terbelenggu, suatu saat pasti dapat membebaskan diri dan maju, sambil bertakbir dan bertahlil, untuk membebaskan tempat Isra’ Nabi Muhammad SAW dan seluruh Palestina yang diberkahi.” pungkasnya. []

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − thirteen =

Back to top button