Dunia Islam

Perang Amerika-Entitas Yahudi Vs Iran dan Dampaknya Bagi Umat Islam

Ada provokasi perselisihan sektarian antara Sunni dan Syiah saat Amerika dan entitas Yahudi melancarkan perang menghancurkan terhadap Iran. Ini menunjukkan sejauh mana penyimpangan intelektual dan politik yang dicapai oleh sebagian pihak di kalangan ulama dan intelektual. Bahkan salah satu dari mereka menyatakan, “Iran lebih berbahaya bagi Arab dan Muslim daripada Israel!”

Menurut dia, entitas Yahudi adalah pihak asing yang dapat dilawan dan diusir, seperti halnya Tentara Salib, Mongol dan penjajah. Adapun Iran adalah tetangga yang menganut ideologi Safawi ekstrem yang memusuhi Islam Sunni. Iran berupaya mendominasi tanah Arab serta menyebarkan ideologi Syiah.

Wacana ini jelas mengulang narasi yang sama pada invasi AS ke Irak tahun 2003: Amerika digambarkan sebagai entitas asing yang mengganggu dan bisa diusir. Sebaliknya, Iran digambarkan ingin mengubah lanskap demografis melalui ekspansi sektarian. Jihad melawan pendudukan Salibis Amerika pun berubah menjadi konflik sektarian antara Sunni dan Syiah, yang menghancurkan segalanya. Lebih dari dua dekade setelah invasi, Amerika belum menarik diri dari Irak. Pengaruhnya justru meningkat, dengan basis militer yang terus bertambah di seluruh negeri.

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk menyadari fakta-fakta berikut:

Pertama: Membedakan antara Iran dan rezimnya. Iran adalah tanah Muslim yang dibuka pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. Setelah dibuka, wilayah ini menjadi basis peluncuran tentara Islam dan membantu penyebaran Islam di Khurasan, Bukhara dan Samarkand. Rakyatnya adalah bagian integral dari umat Islam. Rakyat Iran tetap Muslim meski rezim saat ini telah beroperasi sejalan dengan kepentingan Amerika selama beberapa decade. Mereka melakukan kejahatan terhadap Muslim di Afganistan, Irak, Suriah, Lebanon dan Yaman. Kehadiran entitas Yahudi di Palestina tidak menghapus karakter Islam wilayah itu. Demikian pula halnya dengan Iran. Syariah Islam mewajibkan setiap Muslim untuk melawan jika tanah Muslim diserang non-Muslim. Allah berfirman:

وَقَٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ كَآفَّةٗ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ كَآفَّةٗۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ  ٣٦

Perangilah kaum musyrik itu secara keseluruhan sebagaimana mereka memerangi kalian secara keseluruhan. Ketahuilah, Allah beserta kaum yang bertakwa (QS at-Taubah [9]: 36).

 

Membedakan musuh utama dan musuh sekunder: Amerika, Barat dan entitas Yahudi adalah musuh utama yang tetap dan konsisten. Permusuhan mereka terhadap Islam dan Muslim tidak berubah. Kejahatan mereka terhadap Islam dan umat Islam sudah dikenal luas. Allah berfirman:

۞لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ ٨٢

Sesungguhnya kalian akan mendapati orang yang paling membenci orang beriman adalah Yahudi dan orang-orang musyrik (QS al-Maidah [5]: 82).

 

Kejahatan rezim Iran terhadap Muslim di Irak, Lebanon, Suriah, dan lainnya selama beberapa dekade tidak boleh membutakan kita terhadap hakikat perang ini: perang antara umat Islam di satu sisi melawan Yahudi yang didukung Amerika dan Barat kafir di sisi lain.

Kewajiban seorang Muslim menurut syariah adalah menyesuaikan perasaan dan sikap politiknya dengan agamanya dan kepentingan terbaik umat. Bukan sebaliknya. Nabi úý bersabda:

«لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ»

Tidaklah seorangmu beriman hingga keinginannya sejalan dengan apa yang aku bawa.

 

Allah juga berfirman:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ ١٠

Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara (QS al-Hujurat [49]: 10).

 

Oleh karena itu, tidak diperbolehkan seorang Muslim bersorak atas pengeboman Iran oleh Amerika dan entitas Yahudi, karena ini adalah agresi kafir terhadap tanah dan umat Muslim. Perang ini terjadi di tanah kita. Kehancurannya juga berada di tempat tinggal kita.

Agresi ini menargetkan seluruh kawasan. Tujuan utama agresi bukan hanya Iran, tetapi melemahkan seluruh wilayah dan menempatkannya di bawah hegemoni Amerika dan entitas Yahudi. Amerika ingin menguasai wilayah, memonopoli sumber daya umat dan menegakkan agamanya. Serangan saat ini adalah upaya Amerika menyesuaikan perhitungan regionalnya, menjadikan rezim Iran sepenuhnya sebagai agen tunduk, sementara rezim Iran menolak batasan; terutama soal kebijakan domestik seperti pengayaan uranium dan pengembangan pertahanan misil. Permusuhan terhadap rezim Iran tidak membenarkan kita mendukung agresi Amerika dan Yahudi.

Kemenangan Amerika dan Yahudi atas Iran berbahaya. Entitas Yahudi akan semakin kuat. Agresi Amerika akan meningkat. Ada konsekuensi mengerikan bagi umat Muslim. Kemenangan mereka juga membuka jalan bagi penindasan dan pelanggaran terhadap tempat suci mereka.

Menghasut perpecahan Sunni-Syiah hanya menguntungkan musuh. Pasalnya, musuh tidak membedakan Sunni dan Syiah. Allah berfirman:

تِلۡكَ أُمَّةٞ قَدۡ خَلَتۡۖ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَلَكُم مَّا كَسَبۡتُمۡۖ وَلَا تُسۡ‍َٔلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  ١٣٤

Itu adalah suatu umat yang telah berlalu. Mereka mendapat apa yang mereka kerjakan. Kalian pun mendapat apa yang kalian kerjakan. Kalian tidak akan ditanya tentang perbuatan mereka (QS al-Baqarah [2]: 134).

 

Rasulullah saw. mencontohkan bagaimana menanggulangi konflik tribalisme jahiliyah dan menyatukan umat melalui iman. Menghasut fitnah Sunni-Syiah sekarang hanya menguntungkan musuh.

 

Kesimpulan

Entitas Yahudi dan pendukungnya mendorong negara Teluk dan Turki untuk melancarkan konflik regional terhadap Iran. Ini dapat memicu kebakaran dahsyat di kawasan, melemahkan dunia Muslim dan memberikan peluang dominasi bagi musuh. Umat Islam harus menyadari bahaya perpecahan, menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam konflik yang menguntungkan musuh. Sebaliknya, mereka wajib bersatu menghadapi tantangan.

Muslim wajib berpegang pada tali Allah dalam menghadapi krisis ini, memobilisasi kekuatan, menyatukan umat dalam konfrontasi yang menentukan, menghidupkan kembali kejayaan Hattin dan Ain Jalut; serta menegakkan otoritas syariah, Khilafah dan pemerintahan Islam. Allah berfirman:

وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ  ٢١

Allah berkuasa atas urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS Yusuf [12]: 21).

 

WalLâhu a’lam.

 

[Sumber: Al-Rayah Newspaper – Edisi 593 – 01/04/2026].

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − nine =

Back to top button