
Ucapan Trump soal Al-Sharaa Buka Kedok Penguasa Muslim
Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membandingkan Presiden sementara Suriah Ahmad al-Sharaa dengan Israel soal Hizbullah, menurut majalah Al-Wa’ie [bahasa Arab], mempermalukan dan membuka kedok peran para penguasa negeri Muslim.
“Keberanian Trump berbicara mengenai para penguasa dan sekutunya kini justru mempermalukan mereka serta membuka kedok peran mereka,” tulisnya dalam Edisi No. 480, Tahun ke-40, Muharram 1448 H/Juni 2026.
Apa yang sebelumnya disembunyikan, lanjut Al-Wa’ie, kini diungkapkan secara terbuka oleh Trump sendiri.
“Sungguh memalukan keadaan para penguasa negeri-negeri Muslim beserta sandiwara dan kepura-puraan mereka,” tegasnya.
Pasalnya, Trump menyatakan, Suriah dapat melakukan pekerjaan yang “lebih baik” daripada entitas Yahudi dalam menghadapi Hizbullah Lebanon yang didukung Iran.
Dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela KTT G7, Trump mengatakan, al-Sharaa sangat mampu menangani Hizbullah. Adapun Israel telah bertahun-tahun berusaha mengalahkan Hizbullah dan menghentikan peluncuran roket dari Lebanon, namun belum berhasil.
Trump mengatakan, dirinya telah “menyarankan kepada Israel” agar membiarkan al-Sharaa menangani persoalan tersebut. Trump bahkan menyebut al-Sharaa sebagai “orang yang saya tempatkan untuk memimpin.”
Trump menambahkan, “Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menyatukan keadaan. Dia memang bukan pramuka (boy scout), tetapi dia melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa. Dia juga sangat baik dalam menghadapi Hizbullah dan tidak menyukai mereka.”
Ia melanjutkan, “Saya menyarankan kepada Israel agar membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, sejujurnya, saya pikir mereka akan melakukannya dengan lebih baik.”
Trump juga mengkritik metode operasi militer Israel yang terlalu banyak menghancurkan bangunan apartemen hanya untuk memburu satu orang, padahal banyak penghuni bangunan tersebut bukan anggota Hizbullah.
Sementara itu, al-Sharaa berkali-kali menegaskan, Suriah tidak berniat terlibat dalam konfrontasi dengan Hizbullah di Lebanon. Al-Sharaa juga menegaskan, rumor mengenai masuknya Suriah ke Lebanon sama sekali tidak berdasar. []



