Nafsiyah

Mengenal Rasulullah SAW.

Kelahiran Al-Mushthafa Muhammad saw. bukanlah kelahiran tanpa makna. Kelahiran beliau ke dunia membawa cahaya. Karena itu mengenal beliau dan meniti risalah beliau menjadi lentera di tengah gelapnya kehidupan yang tak baik-baik saja. Hari ini dunia dalam cengkeraman sistem jahiliah Kapitalisme global yang dikenal kerakusannya. Ini menjadi tantangan bagi para pejuang Islam yang berjanji menjadi penjaga Islam yang tepercaya (hâris[an] âmin[an] li al-Islâm).

Kelahiran Al-Mushthafa Muhammad saw. diperingati oleh umat dalam momentum Maulid Nabi saw. Beliau adalah utusan Allah dengan hikmah risalah-Nya yang mengeluarkan manusia dari ragam kegelapan menuju satu cahaya Dîn-Nya:

الٓرۚ كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ  ١

Alif Lam Ra. (Ini) Kitab yang Kami turunkan kepada kamu (Muhammad) agar kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa dan Maha Terpuji (QS Ibrahim [14]: 1).

Beliau adalah utusan Allah SWT yang menjadi rahmat bagi alam semesta; bagi bangsa jin, bangsa binatang dan bangsa manusia seluruhnya. Demikian sebagimana yang Allah firmankan:

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ  ١٠٧

Kami tidaklah mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (QS al-Anbiya’ [21]: 107).

Beliau adalah utusan Allah yang seruannya menjamin kebaikan hidup manusia:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ ٢٤

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, jika Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberikan kehidupan kepada kalian (QS al-Anfal [8]: 24).

Beliau adalah utusan Allah yang perintahnya wajib diikuti dan larangannya wajib dijauhi:

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ  ٧

Apa saja yang Rasul berikan kepada kalian, terimalah. Apa saja yang beliau larang atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nyya (QS al-Hasyr [59]: 7).

Beliau adalah utusan Allah yang memperingatkan Abdullah bin Salam ra. dan para sahabatnya agar ber-Islam secara total. Totalitas berakidah Islam dan mengamalkan syariahnya. Demikian sebagaimana dalam sabab an-nuzûl firman-Nya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ  ٢٠٨

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian (QS al-Baqarah [2]: 208).

Beliau adalah utusan Allah yang menegaskan kelengkapan ajaran Islam mencakup Sistem Kepemimpinan yang dinisbatkan beliau kepada manhaj beliau, Khilâfah ‘alâ minhâj an-Nubuwwah:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian (HR Ahmad dan al-Bazzar).

Beliau adalah utusan Allah yang menegaskan adanya sunnah agung baiat kepada Khalifah untuk menegakkan syariah-Nya:

«إِذَا بُويِعَ لِخَلِيفَتَيْنِ، فَاقْتُلُوا الْآخَرَ مِنْهُمَا»

Jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir di antara keduanya (HR Muslim, Abu ’Awanah al-Isfaraini dan al-Baihaqi).

Beliau adalah utusan Allah yang me­merintahkan umat beliau berpegang teguh pada baiat kepada Khalifah yang dibaiat pada kali pertama:

«فُوا بِبَيْعَةِ الأَوَّلِ، فَالأَوَّلِ، وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ، فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ»

Peganglah baiat yang pertama. Yang pertama saja. Berikanlah kepada mereka hak-hak mereka karena sesungguhnya Allah akan menanyai mereka atas apa yang mereka pimpin (HR al-Bukhari dan Muslim).

Beliau adalah utusan Allah yang memperingatkan umat beliau agar tidak melepaskan baiat kepada Khalifah agar saat mati tidak mati seperti mati jahiliah karena mengabaikan eksistensi Khalifah dan baiatnya di tengah-tengah mereka:

«مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ، لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»

Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan, ia pasti akan berjumpa dengan Allah pada Hari Kiamat tidak memiliki hujjah. Siapa saja yang mati, sedangkan di pundaknya tiada baiat (kepada Khalifah), maka ia mati seperti mati jahiliah (HR Muslim dan al-Baihaqi).

Beliau adalah utusan Allah yang mencontohkan dan memerintahkan umat beliau untuk menegakkan shalat, shaum, zakat dan berhaji bagi yang mampu. Beliau pun memerintahkan umat beliau berpegang teguh pada Sunnah beliau dan Sunnah para Khulaafa-ur-Râsyidûn, termasuk sunnah kepemimpinan dalam sabda beliau:

«فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي، وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»

Hendaklah kalian berdiri di atas Sunnahku dan Sunnah para Khalifah ar-Râsyidîn al-Mahdiyyîn. Gigitlah oleh kalian hal tersebut dengan gigi-gigi geraham (HR Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad dan al-Hakim).

Beliau adalah utusan Allah yang memotivasi umat beliau agar menghidupkan Sunnah beliau, mencakup sunnah kepemimpinan beliau yang mulia:

«مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ»

Siapa saja yang menghidupkan Sunnahku, sungguh ia telah mencintai aku. Siapa saja yang mencintai aku, ia akan bersama aku di surga (HR at-Tirmidzi dan ath-Thabarani).

Beliau adalah utusan Allah yang memotivasi umat beliau memperbaiki sunnah, termasuk sunnah kepemimpinan Islam yang dirusak sistem demokrasi, dan diadopsi umat akhir zaman yang terpedaya:

«فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِي مِنْ سُنَّتِي»

Beruntunglah mereka yang terasing, yakni mereka yang memperbaiki Sunnahku yang telah dirusak oleh manusia setelah aku (HR at-Tirmidzi).

Beliau adalah utusan Allah yang digambarkan oleh Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz bahwa menegakkan sunnah kepemimpinan agung yang berbeda dengan sistem jahiliah produk hawa nafsu manusia: “Rasulullah saw dan para ulil amri setelah beliau (Khulafâ’-ar-Râsyidûn) telah menggariskan adanya sunnah, yakni sikap berpegang teguh pada Kitabullah, menyempurnakan ketaatan kepada Allah dan menegakkan kekuatan (fondasi kehidupan) di atas Dîn Allah. Tidak boleh ada seorang pun dari makhluk-Nya yang boleh mengubahnya, tidak boleh pula menggantikannya (dengan sunnah selainnya), dan tidak dilihat sedikit pun apapun yang menyelisihi sunnah tersebut. Siapa saja yang mengambil petunjuk darinya maka ia menjadi orang yang tertunjuki. Siapa saja yang mencari kemenangan dengannya maka ia akan diberikan kemenangan. Siapa saja yang meninggalkannya dengan mengikuti selain jalan orang-orang beriman, maka Allah akan menyerahkan dirinya pada apa ia jadikan tempat bergantung (selain Allah), dan menyeretnya ke dalam Jahanam, dan ia adalah seburuk-buruknya tempat kembali.”

Beliau adalah utusan Allah yang disenandungkan oleh penyair ternama:

«وَأَنْتَ لَمَّا وُلِدْتَ أَشْرَقَتِ الأَرْضُ * وَضَاءَتْ بِنُورِكَ الأُفُقُ
فَنَحْنُ مِنْ ذَلِكَ النُّورِ فِي الضِّيَاءِ * وسُبْلِ الرَّشَادِ نَخْتَرِقُ»

Kaulah yang saat dilahirkan, bumi termuliakan//Bersinarlah ufuk dengan cahayamu

Karena cahaya itu kami tersinari//dan jalan-jalan petunjuk terang-benderang

Mari kenali utusan Allah yang agung, Al-Mushthafa Muhammad saw., dan risalahnya yang mulia, yang menjadi lentera cahaya di tengah gelap gulitanya dunia, di bawah cengkeraman jahat Demokrasi-Kapitalisme yang menjadi sumber kerusakan peradaban umat manusia, agar menjadi golongan beruntung, sebagaimana yang Dia firmankan:

فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُواْ ٱلنُّورَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ  ١٥٧

Orang-orang yang mengimani dia, memuliakan dan menolong dia, dan mengikuti cahaya yang terang (al-Quran) yang diturunkan kepada dia, mereka itulah kaum yang beruntung (QS al-A’raf [7]: 157).

 

WalLâhu a’lam. [Irfan Abu Naveed, M.Pd.I; (Peneliti Balaghah al- Quran & Hadits Nabawiyyah)]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 8 =

Back to top button