Dari Redaksi

Jihad dan Khilafah: Solusi Untuk Palestina

Pada pagi hari Sabtu (7/10), para mujahid heroik dari Jalur Gaza menerobos garis musuh, entitas Yahudi, dan menyerbu permukimannya. Akibatnya, wajah orang-orang pengecut ini menjadi buruk seburuk suasana pagi mereka yang dihantui ketakutan. Sebaliknya, aksi heroik tersebut membangunkan rakyat Palestina, bahkan seluruh kaum Muslim dengan pemandangan yang membuat pagi mereka bahagia, serta membangkitkan kembali rasa bangga dalam jiwa mereka. Karena itu kita  memohon kepada Allah SWT agar semua itu akan diikuti dengan kemenangan besar dari Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa.

Dengan bantuan sarana yang relatif sederhana dan senjata ringan, pejuang perlawanan dari Gaza yang terkepung telah berhasil merobohkan ilusi tentang klaim kekuatan pendudukan Zionis. Tindakan ini tidak hanya mengungkap kerapuhan entitas Zionis. Ia juga mengungkap rezim pengkhianat di negara-negara Muslim yang membenarkan perjanjian normalisasi dengan alasan bahwa Zionis terlalu unggul secara militer untuk dikalahkan. Memang benar, Operasi “Badai Al-Aqsa” telah membuktikan bahwa hanya dalam hitungan jam, bukan hitungan hari, Palestina bisa dibebaskan jika tentara reguler Dunia Islam dikerahkan untuk melawan pendudukan.

Terkait dengan serangan pejuang Hamas ini ada beberapa catatan penting. Pertama, rentetan ribuan rudal Hamas menunjukkan bahwa perlawanan dan perjuangan umat Islam di Palestina untuk melawan penjajahan tak pernah padam. Artinya, meski selama ini berada dalam posisi ditindas, hati dan tindakan rakyat Palestina menunjukkan semangat Islam yang luar biasa, yaitu jihad fisabilillah. Ini terus ada di dalam diri kaum Muslimin,

Kedua, hal ini menjadi tamparan keras bagi para penguasa Arab, khususnya yang tengah dan berusaha menjalin hubungan diplomatik dengan entitas penjajah Yahudi. Mereka berharap dengan menjalin hubungan diplomatik dengan penjajah Yahudi, mereka kemudian dilindungi, terutama dilindungi oleh Amerika Serikat

Ketiga, serangan ini menunjukkan betapa lemahnya pertahanan dari entitas penjajah Yahudi. Padahal dikatakan, mereka memiliki sistem penangkal rudal, iron dome yang tercanggih di dunia, tetapi tetap saja kecolongan. Ternyata tidak terbukti, atau paling tidak kita bisa mengatakan penjajah Yahudi ini kecolongan. Untuk menghadapi sekelompok kecil umat Islam saja, entitas penjajah Yahudi kalang kabut. Apalagi kalau yang bergerak adalah para tentara di negeri-negeri Muslim seluruh dunia. Bisa bayangkan apa yang kira-kira terjadi. Itulah jalan untuk menuju pembebasan Palestina yang sejati, yaitu menggerakkan tentara-tentara negeri Islam untuk mengusir entitas penjajah Yahudi.

Kejahatan para penguasa di Dunia Islam semakin nyata dengan penyesatan politik untuk menutupi kelemahan mereka. Para penguasa pengkhianat ini berkoar-koar telah membantu Palestina dengan bantuan kemanusiaan. Namun, hal itu tidaklah menyelesaikan persoalan secara menyeluruh selama kejahatan pelaku utamanya, penjajah Yahudi, tidak dihentikan. Bantuan kemanusiaan itu tidaklah menghalangi mereka melakukan kejahatan yang berulang bahkan lebih sadis lagi. Rumah-rumah tempat tinggal, rumah sakit ataupun sekolah yang sudah dibangun akan mereka hancurkan lagi. Kebutuhan nyata umat Islam Palestina adalah menghentikan kejahatan penjajah Yahudi ini secara mutlak.

Kita juga perlu tegaskan, bagi kita Palestina bukan semata persoalan kemanusiaan, tetapi persoalan agama. Sebabnya, berdasarkan syariah Islam, kaum Muslim tidak boleh  membiarkan pembantaian umat Islam dimana pun, termasuk di Palestina. Haram membiarkan pengusiran kaum Muslim dari tanahnya sendiri, membiarkan penghancuran rumah-rumah tempat tinggal masyarakat, termasuk rumah sakit dan sekolah sekolah. Dalam Islam ada kewajiban tegas untuk mempertahankan tanahnya sendiri dan membebaskan saudara-saudaranya yang ditindas.

Berdasarkan ajaran Islam, masalah Palestina merupakan masalah agama, karena umat Islam merupakan umat yang satu. Menyakiti satu bagi-an dari tubuh umat ini berarti menyakiti tubuh umat yang lainnya. Rasulullah saw. bersabda, “Kaum Mukmin itu, dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim).

Ini adalah masalah agama. Islam telah memerintahkan untuk memerangi siapapun yang memerangi kaum Muslim dan mengusir kaum Muslim dari tanah-tanah mereka. Allah SWT telah menegaskan pembebasan Palestina dilakukan dengan secara nyata memerangi penjajah Yahudi dan negara-negara pendukung entitas Yahudi. Allah SWT berfirman (yang artinya): Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian (TQS al-Baqarah [2]: 190).

Allah SWT juga berfirman (yang artinya): Bunuhlah  mereka di mana saja kalian jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (TQS al-Baqarah [2]: 191).

Perlu kita tegaskan kembali, apa yang dilakukan oleh pejuang Islam dengan melakukan serangan terhadap entitas penjajah Yahudi ini adalah upaya membebaskan negeri Muslim Palestina dari penjajahan teroris Yahudi. Menyematkan istilah teroris kepada HAMAS sama saja menyebut para pejuang kemerdekaan Indonesia dulu sebagai teroris, ekstremis, maupun sebutan serupa lainnya. Sebutan-sebutan itu digunakan oleh pihak-pihak pro penjajahan.

Sesungguhnya akar persoalan Palestina adalah penjajahan yang dilakukan oleh entitas penjajah Yahudi terhadap tanah kaum Muslim. Untuk itu solusi ini hanya bisa diselesaikan dengan mengusir dan melenyapkan entitas penjajah Yahudi ini dari Bumi Palestina. Untuk itu jihad fi sabilillah adalah kewajiban syariah Islam. Namun, perlu juga kita pahami bahwa yang dihadapi oleh umat Islam terkait Palestina ini bukanlah hanya entitas penjajah Yahudi dengan jumlah pendudukan sekitar 7 juta orang, tetapi juga negara-negara imperialis Barat seperti Inggris yang melahirkannya dan Amerika Serikat yang kokoh untuk menjaganya.

Ditambah lagi dengan para penguasa pengkhianat Dunia Islam, terutama penguasa Arab. Mereka justru menjaga eksistensi penjajah Yahudi ini dengan normalisasi. Mereka secara politik juga enggan menggerakkan tentara-tentara kaum Muslim.

Di sinilah letak penting mengapa kita harus memperjuangkan Kembali Khilafah Islam ‘alaa minhaaj an-nubuwwah. Kekuatan politik Islam global inilah yang akan mampu menghadapi kekuatan global Barat dan mencampakkan para penguasa pengkhianat di negeri Islam. Pada gilirannya, Khilafahlah yang akan menggerakan tentara-tentara di negeri-negeri Islam untuk membebaskan tanah Palestina yang diberkahi.

Untuk itu apa yang diserukan Hizbut Tahrir harus kita perhatikan. Hizbut Tahrir menyeru seluruh kaum Muslim untuk ikut menyerukan penegakan Kembali Khilafah sebagai solusi yang tepat bagi kaum Muslim di dunia. Jika tujuan tersebut terwujudkan, maka tidak butuh waktu lama bagi Palestina untuk kembali merdeka. Ketika saatnya tiba, maka tidak ada seorang pun yang akan memihak Zionis. AlLaahu Akbar!  [Farid Wadjdi]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 11 =

Back to top button