Kilas Dunia

Sekadar Mohon Tidak Serang Al-Aqsha, Erdogan Dikritik

Pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoًan  sekadar ‘mengecam’ dan ‘meminta Yahudi untuk tidak menyerang Masjidil Aqsha di sepuluh hari terakhir Ramadhan’. Ini sama saja dengan para penguasa negeri Muslim lainnya yang tidak berniat mengerahkan pasukannya menghentikan kejahatan Israel. Pernyataan Erdogan ini mendapatkan kritik dari Hizbut Tahrir.

“Begitulah keadaan para penguasa Muslim, yang tidak dianggap penting oleh para pemimpin Yahudi. Justru Yahudi berterima kasih kepada mereka karena menahan tentara negara mereka untuk ikut campur dalam pertempuran merebut Masjid al-Aqsha, yang dilakukan oleh individu-individu dari orang-orang Palestina sampai sekarang. Tidak ada tentara dari negara-negara sekitarnya yang mengintervensi karena pengkhianatan para penguasanya,” tulis hizb-ut-tahrir.info, Sabtu (8/4/2023).

Seperti diberitakan arabic.rt.com sebelumnya pada hari yang sama, Erdogan dalam komunikasi sambungan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog, menyatakan pentingnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kaum Muslim dapat menjalankan ibadahnya tanpa hambatan, terutama selama periode pelaksanaan iktikaf yang akan dimulai pada 11 April.

Erdogan membatasi tuntutannya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, karena jumlah jamaah di Masjid al-Aqsha begitu besar, sehingga melarang pemerintah Yahudi dari setiap penyerbuan masjid, seperti kebiasaan selama beberapa tahun terakhir.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =

Back to top button