Siyasah Dakwah

Beberapa Poin Penting

Beberapa Poin Penting

Latar Belakang

  • RSF pimpinan Hamdan Dagalo (Hemedti) menguasai kota Al-Fashir (ibukota Darfur Utara) setelah pengepungan selama setahun.
  • Dengan jatuhnya kota itu, RSF kini menguasai seluruh Darfur, sementara tentara Sudan di bawah Abdel Fattah al-Burhan hanya menguasai bagian timur Sudan.
  • Penguasaan ini terjadi bersamaan dengan rencana gencatan senjata yang diinisiasi Amerika melalui “Kelompok Empat (Quartet)”: AS, UEA, Arab Saudi, dan Mesir.

 

  1. Penyerahan Al-Fashir Bukan Karena Kalah Perang
  • RSF tidak memiliki kekuatan militer besar untuk menaklukkan kota itu.
  • Tentara Sudan menarik diri atas perintah pimpinan al-Burhan, dengan alasan “taktis” dan “menghindari kehancuran”.
  • Hal ini menunjukkan penyerahan di­sengaja, bukan kekalahan militer.

 

  1. Pemerintah al-Burhan Tidak Memberi Dukungan kepada Pasukan di Al-Fashir
  • Selama pengepungan setahun, pasukan Sudan di Al-Fashir tidak mendapat bantuan logistik maupun militer dari pusat.
  • Ini memperkuat dugaan bahwa pemerintah sengaja membiarkan kota itu jatuh, sesuai rencana yang telah disetujui.

 

  1. Kejatuhan Al-Fashir Terkait Langsung dengan Negosiasi di Washington
  • Saat kota jatuh, di Washington sedang berlangsung pertemuan antara perwakilan al-Burhan dan Hemedti atas undangan Amerika.
  • Dalam dua-tiga hari setelah pertemuan, Al-Fashir diserahkan ke RSF.
  • Ini menunjukkan bahwa keputusan penyerahan kota dibuat di Washington, lalu langsung dieksekusi di lapangan.

 

  1. “Kelompok Empat” adalah Instrumen Amerika
  • Pertemuan Quartet pada 12 September 2025 menyatakan:
  • Masa depan Sudan harus melalui “transisi inklusif dan transparan”.
  • Mengakui dua pihak konflik secara setara, termasuk RSF.
  • Dengan ini, Amerika melegitimasi RSF sebagai pihak sah dalam politik Sudan, bukan sebagai pemberontak.

 

  1. Gencatan Senjata = Pengakuan atas Kekuasaan RSF di Darfur
  • Setelah Al-Fashir dikuasai, Amerika mendorong gencatan senjata tiga bulan agar tentara Sudan tidak bisa merebut kembali kota itu.
  • Gencatan ini berarti pengakuan de facto atas kekuasaan RSF di seluruh Darfur.
  • Pemerintahan separatis Hemedti yang diumumkan di Nairobi (Februari 2025) kini bisa berpindah ke Al-Fashir sebagai basis resmi.

 

  1. Amerika Tidak Mengecam RSF, Justru Mengarahkan Prosesnya
  • AS melalui Musad Boulos menyatakan kedua pihak telah menyetujui gencatan senjata kemanusiaan tiga bulan.
  • Pembahasan teknis dilakukan di Washington.
  • AS menampilkan diri sebagai “pembawa perdamaian”, padahal mengatur jalannya konflik dan pembagiannya.

 

  1. Tujuan Akhir Amerika: Memisahkan Darfur
  • Rencana ini melanjutkan pemisahan Sudan Selatan (2011) — kini diarahkan ke Darfur.
  • Dua agen AS:
  • Al-Burhan menguasai timur dan tengah Sudan.
  • Hemedti (RSF) menguasai barat (Darfur).
  • Dengan demikian, Sudan terbelah menjadi dua entitas politik.
  • Amerika ingin menstabilkan pembagian ini dengan kedok perdamaian dan bantuan kemanusiaan.
  1. Peringatan Hizbut Tahrir (Sejak 2023–2025)
  • Amerika menyalakan perang antara dua agennya untuk mempercepat pembagian Sudan.
  • Serangan ke Port Sudan di timur adalah pengalihan perhatian, agar tentara menjauh dari Darfur.
  • Kini, setelah Al-Fashir jatuh, rencana pemisahan Darfur tinggal menunggu legalisasi politik.
  1. Seruan Akhir
  • Hizbut Tahrir menyeru rakyat dan militer Sudan:
  • Sadar bahwa perang ini adalah rekayasa Amerika.
  • Tolak proyek pemisahan Sudan dan singkirkan para agen Washington.
  • Berikan nushrah (dukungan kekuasaan) kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah Rasyidah alâ Minhâj an-Nubuwwah.
  • Hadis Nabi SAW menjadi pengingat: “…Akan ada masa kekuasaan diktator. Lalu Allah akan mengangkatnya, kemudian akan ada Khilafah atas manhaj Kenabian.” (HR Ahmad).

 

Kesimpulan Umum

  • Jatuhnya Al-Fashir adalah hasil persekongkolan politik, bukan kekalahan militer.
  • Amerika Serikat mengatur dua agennya untuk menciptakan dua entitas Sudan:
  • RSF di Darfur (barat),
  • Tentara Sudan di timur.
  • Tujuan akhirnya: membagi Sudan dan memperkuat pengaruh AS di kawasan.
  • Hizbut Tahrir menyerukan kebangkitan Islam dan Khilafah sebagai solusi bagi Sudan dan dunia Islam. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + six =

Back to top button