
Siyasah Dakwah
Beberapa Poin Penting
Beberapa Poin Penting
Latar Belakang
- RSF pimpinan Hamdan Dagalo (Hemedti) menguasai kota Al-Fashir (ibukota Darfur Utara) setelah pengepungan selama setahun.
- Dengan jatuhnya kota itu, RSF kini menguasai seluruh Darfur, sementara tentara Sudan di bawah Abdel Fattah al-Burhan hanya menguasai bagian timur Sudan.
- Penguasaan ini terjadi bersamaan dengan rencana gencatan senjata yang diinisiasi Amerika melalui “Kelompok Empat (Quartet)”: AS, UEA, Arab Saudi, dan Mesir.
- Penyerahan Al-Fashir Bukan Karena Kalah Perang
- RSF tidak memiliki kekuatan militer besar untuk menaklukkan kota itu.
- Tentara Sudan menarik diri atas perintah pimpinan al-Burhan, dengan alasan “taktis” dan “menghindari kehancuran”.
- Hal ini menunjukkan penyerahan disengaja, bukan kekalahan militer.
- Pemerintah al-Burhan Tidak Memberi Dukungan kepada Pasukan di Al-Fashir
- Selama pengepungan setahun, pasukan Sudan di Al-Fashir tidak mendapat bantuan logistik maupun militer dari pusat.
- Ini memperkuat dugaan bahwa pemerintah sengaja membiarkan kota itu jatuh, sesuai rencana yang telah disetujui.
- Kejatuhan Al-Fashir Terkait Langsung dengan Negosiasi di Washington
- Saat kota jatuh, di Washington sedang berlangsung pertemuan antara perwakilan al-Burhan dan Hemedti atas undangan Amerika.
- Dalam dua-tiga hari setelah pertemuan, Al-Fashir diserahkan ke RSF.
- Ini menunjukkan bahwa keputusan penyerahan kota dibuat di Washington, lalu langsung dieksekusi di lapangan.
- “Kelompok Empat” adalah Instrumen Amerika
- Pertemuan Quartet pada 12 September 2025 menyatakan:
- Masa depan Sudan harus melalui “transisi inklusif dan transparan”.
- Mengakui dua pihak konflik secara setara, termasuk RSF.
- Dengan ini, Amerika melegitimasi RSF sebagai pihak sah dalam politik Sudan, bukan sebagai pemberontak.
- Gencatan Senjata = Pengakuan atas Kekuasaan RSF di Darfur
- Setelah Al-Fashir dikuasai, Amerika mendorong gencatan senjata tiga bulan agar tentara Sudan tidak bisa merebut kembali kota itu.
- Gencatan ini berarti pengakuan de facto atas kekuasaan RSF di seluruh Darfur.
- Pemerintahan separatis Hemedti yang diumumkan di Nairobi (Februari 2025) kini bisa berpindah ke Al-Fashir sebagai basis resmi.
- Amerika Tidak Mengecam RSF, Justru Mengarahkan Prosesnya
- AS melalui Musad Boulos menyatakan kedua pihak telah menyetujui gencatan senjata kemanusiaan tiga bulan.
- Pembahasan teknis dilakukan di Washington.
- AS menampilkan diri sebagai “pembawa perdamaian”, padahal mengatur jalannya konflik dan pembagiannya.
- Tujuan Akhir Amerika: Memisahkan Darfur
- Rencana ini melanjutkan pemisahan Sudan Selatan (2011) — kini diarahkan ke Darfur.
- Dua agen AS:
- Al-Burhan menguasai timur dan tengah Sudan.
- Hemedti (RSF) menguasai barat (Darfur).
- Dengan demikian, Sudan terbelah menjadi dua entitas politik.
- Amerika ingin menstabilkan pembagian ini dengan kedok perdamaian dan bantuan kemanusiaan.
- Peringatan Hizbut Tahrir (Sejak 2023–2025)
- Amerika menyalakan perang antara dua agennya untuk mempercepat pembagian Sudan.
- Serangan ke Port Sudan di timur adalah pengalihan perhatian, agar tentara menjauh dari Darfur.
- Kini, setelah Al-Fashir jatuh, rencana pemisahan Darfur tinggal menunggu legalisasi politik.
- Seruan Akhir
- Hizbut Tahrir menyeru rakyat dan militer Sudan:
- Sadar bahwa perang ini adalah rekayasa Amerika.
- Tolak proyek pemisahan Sudan dan singkirkan para agen Washington.
- Berikan nushrah (dukungan kekuasaan) kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah Rasyidah ‘alâ Minhâj an-Nubuwwah.
- Hadis Nabi SAW menjadi pengingat: “…Akan ada masa kekuasaan diktator. Lalu Allah akan mengangkatnya, kemudian akan ada Khilafah atas manhaj Kenabian.” (HR Ahmad).
Kesimpulan Umum
- Jatuhnya Al-Fashir adalah hasil persekongkolan politik, bukan kekalahan militer.
- Amerika Serikat mengatur dua agennya untuk menciptakan dua entitas Sudan:
- RSF di Darfur (barat),
- Tentara Sudan di timur.
- Tujuan akhirnya: membagi Sudan dan memperkuat pengaruh AS di kawasan.
- Hizbut Tahrir menyerukan kebangkitan Islam dan Khilafah sebagai solusi bagi Sudan dan dunia Islam. []



