Siyasah Dakwah

Pidato Amir Hizbut Tahrir Al-‘Alim Al-Jalil Atha’ Bin Khalil Abu ar-Rasytah HafizhahulLâh Pada Peringatan 105 Tahun Keruntuhan Negara Khilafah

Assalâmu ’alaykum wa rahmatulLâhi wa barakâtuh.

Segala pujian hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah saw. beserta keluarga dan para Sahabat beliau serta siapa saja yang mengikuti beliau. Wa ba’du.

Kepada umat Islam; umat jihad, keadilan dan kebajikan. Dengan izin Allah, mereka adalah sebaik-baik umat yang telah dikeluarkan untuk manusia. Semoga Allah memuliakan umat Islam dengan kemenangan dan peneguhan kekuasaan.

Kepada para pengemban dakwah untuk melanjutkan kehidupan islami dengan tegaknya Khilafah ar-Rasyidah. Kami berharap semoga mereka, dengan izin Allah, menjadi orang-orang yang bertakwa, bersih dan mulia.

Pada semisal hari ini, 105 tahun lalu, pada akhir bulan Rajab tahun 1342 H/awal Maret 1924 M, kaum kafir imperialis yang dipimpin oleh Inggris ketika itu, bekerja sama dengan pengkhianat Arab dan Turki, berhasil menghancurkan Negara Khilafah. Lalu penjahat abad itu, Mustafa Kamal, mendeklarasaikan kekufuran secara terang-terangan dengan menghapus Khilafah, mengepung Khalifah di Istanbul dan mengusir Khalifah pada subuh hari itu juga.

Begitulah. Gempa mengerikan melanda negeri kaum Muslim dengan penghancuran Khilafah; institusi pembangkit kemuliaan dan keridhaan Rabb mereka. Semestinya umat saat itu wajib memerangi dengan pedang mereka yang hendak meruntuhkan Khilafah. Demikian sebagaimana dinyatakan di dalam Hadis Rasul saw. dari ‘Ubadah bin ash-Shamit ra.:

«وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْراً بَوَاحاً عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ»

…agar kami tidak merebut perkara (kekuasaan) dari yang berhak, kecuali kalian melihat kekufuran yang terang-terangan yang kalian memiliki bukti nyata dari Allah (HR al-Bukhari dan Muslim).

 

Akan tetapi, umat Islam saat itu gagal dalam melakukan hal demikian. Mereka tidak melakukan tindakan yang bisa menggoyahkan penjahat itu dan para pendukungnya, yang membuat dia dan para pendukungnya menjadi orang-orang yang kalah. Gempa keruntuhan Khilafah pun terus berlanjut. Berikutnya, pengaruh kaum kafir imperialis bercokol di negeri-negeri kaum Muslim. Mereka pun memecah-belah dan mengerat-ngerat Dunia Islam menjadi serpihan-serpihan kecil sampai 55 serpihan!

Kemudian para penguasa ruwaybidhah di negeri-negeri kaum Muslim menambah gempa itu dengan gempa lainnya. Mereka tidak menghalangi Yahudi saat menduduki tanah (Palestina) yang diberkahi dan tempat Isra’ Mikraj Rasul saw. Mereka semakin terpuruk. Mereka bahkan bergegas menuju normalisasi dengan entitas Yahudi hingga Yahudi tidak menarik diri dari apa pun!! Sebagian dari mereka melakukan kejahatan normalisasi secara diam-diam. Sebagian lagi melakukan normalisasi secara terang-terangan. Siang dan malam! Begitulah. Mereka semua bergegas dalam melakukan kejahatan ini tanpa mempedulikan penghinaan yang mengelilingi mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki.

سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا كَانُواْ يَمۡكُرُونَ  ١٢٤

Orang-orang yang berdosa itu nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya (QS al-An’am [6]: 124).

 

Begitulah keadaan kalian, umat Islam sekarang. Itu terjadi setelah Khilafah diturunkan dari dahi kalian. Lalu kalian diperintah oleh para penguasa ruwaybidhah yang kini menerima perintah dari tiran Trump, bahkan di Gaza dan seluruh tanah yang diberkahi. Pada September 2025, Trump memimpin pertemuan yang dihadiri oleh Arab Saudi, UEA, Qatar, Mesir, Yordania, Turki, Indonesia dan Pakistan di sela-sela pertemuan Sidang Majelis Umum PBB. Dia mendeskripsikan itu sebagai pertemuan terpenting. Kemudian dia menawarkan atau—lebih tepatnya—memaksakan kepada mereka rencana yang terdiri 20 poin. Klausul-klausulnya berbicara tentang hilangnya Gaza, perwaliannya dan penjajahannya untuk menjadi taman yang bisa dinikmati oleh Trump dan entitas Yahudi! Setelah itu, as-Sisi di negeri Mesir al-Kinanah mengadakan perayaan untuk Trump dan rencananya yang mengerikan. Hal itu membuka jalan bagi Resolusi Dewan Keamanan 2803, yang menetapkan Dewan Perwalian atau dewan imperialis yang mengelola Gaza Hasyim yang dia sebut sebagai “Dewan Perdamaian”. Lalu Trump menyatakan bahwa dia akan mengumumkan anggota dewan tersebut, di bawah kepemimpinannya, di Gaza pada awal tahun 2026. Al-Jazeera juga melaporkan bahwa “kemungkinan Trump akan menunjuk seorang jenderal Amerika untuk memimpin pasukan stabilisasi di Jalur Gaza (Al-Jazeera, 11 Desember 2025).

Artinya, Trump mengendalikan dewan pemerintahan dan pasukan keamanan di Gaza! Kemudian, pada 19 Desember 2025, utusan Trump, Witkoff, bertemu di Miami dengan negara-negara “mediator” Turki, Mesir dan Qatar. Tujuannya untuk mendorong fase kedua dalam pembahasan tentang pengerahan pasukan stabilisasi dan pelucutan senjata Hamas. Mereka juga membahas langkah-langkah praktis untuk menjalankan hal itu! Kemudian Trump bertemu dengan Netanyahu di Florida. Dia mengatakan, “Pertemuan tersebut sangat produktif.” Dia menambahkan kepada para wartawan, “Pembahasan mencakup masalah pelucutan senjata gerakan Hamas, menegaskan bahwa mereka akan diberi jangka waktu singkat untuk melakukan itu, sambil memperingatkan konsekuensi buruk bagi ketidakpatuhan.” (BBC, 30 Desember 2025).

Trump mengatakan hal itu sambil memasok entitas Zionis dengan semua senjata, berat dan super berat, dalam perang brutal di Gaza yang menimpa manusia, pohon dan bebatuan. Trump mengatakan dan melakukan hal itu dengan didengar dan dilihat oleh para penguasa di negeri kaum Muslim yang telah menikam tanah suci dengan tetap diam dari pembebasannya. Mereka bahkan memuji Trump atas dua puluh poin rencananya!

Kemudian, bukan hanya Palestina saja yang ditikam oleh para penguasa itu. Mereka juga menikam negeri-negeri yang mereka perintah untuk kepentingan kaum kafir imperialis dan dengan dorongan mereka, khususnya Amerika. Sudan selatan dipisahkan dari utaranya. Darfur sedang dalam perjalanan yang sama. Demikian juga Libya. Ia dalam konflik dan perpecahan ke arah dua negara. Yaman, Utara dan Selatan—bahkan Selatan—dipecah-belah! Suriah baru menyerahkan diri ke pelukan Amerika dengan membebaskan antek-antek rezim tiran sebelumnya dan kroni-kroninya. Sebaliknya, para syabab Hizbut Tahrir, yang menyerukan Khilafah, tetap dipenjara dan dijatuhi hukuman hingga sepuluh tahun.

Para ruwaybidhah tidak cukup dengan itu. Bahkan mereka menyerahkan bagian lain dari tanah Islam. Kashmir dianeksasi oleh kaum musyrik Hindu. Rusia menganeksasi Chechnya dan wilayah lainnya dari tanah kaum Muslim di Asia Tengah. Timor Timur dipisahkan dari Indonesia. Siprus, benteng kaum Muslim selama bertahun-tahun, kini sebagian besar dikendalikan oleh Yunani.. Kaum Muslim Rohingya dibantai di Myanmar. Jika mereka mencari perlindungan ke Bangladesh, rezim Bangladesh menindas mereka dan tidak menolong mereka dengan memerangi musuh mereka! Turkistan Timur ditindas oleh Cina dengan brutal, dengan kekejaman yang bahkan akan membuat binatang buas pun gentar. Sementara itu, negara-negara lainnya yang eksis di negeri kaum Muslim tetap diam layaknya mayat di dalam kubur. Jika mereka berbicara, mereka mengatakan bahwa penindasan Cina terhadap kaum Muslim merupakan masalah internal mereka!

كَبُرَتۡ كَلِمَةٗ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبٗا  ٥

Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta (QS al-Kahfi [18]: 5).

 

Wahai tentara di dalam pasukan kaum Muslim!

Bukankah kalian mampu mengikuti para tentara Islam pendahulu kalian. Dengan itu kalian melakukan kefardhuan Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa, yakni dengan membebaskan Palestina dan Gaza dengan jihad di jalan Allah, mahkota Islam. Berikutnya kalian mengembalikan setiap jengkal dari tanah kaum Muslim yang mereka pisahkan dari asalnya atau dikuasai oleh kaum kafir imperialis di timur bumi dan baratnya. Lalu kalian menggabungkan semua itu ke pusat negeri kaum Muslim. Bukankah kalian mampu? Bahkan sesungguhnya kalian, dengan izin Allah, pasti mampu!

Kalian adalah anak-anak umat Islam, umat Rasulullah saw., umat kaum Muhajirin dan Anshar serta umat Khulafaur Rasyidin dan para khalifah sesudah mereka.

Kalian adalah cucu-cucu Khalifah Harun ar-Rasyid yang menjawab Raja Romawi, karena melanggar perjanjiannya dengan kaum Muslim dan menyerang mereka, dengan berkata, “Jawabannya adalah apa yang kamu lihat, bukan yang kamu dengar!” Begitulah yang terjadi.

Kalian adalah cucu-cucu Khalifah al-Mu’tashim, panglima pasukan besar yang menyelamatkan seorang wanita yang telah dianiaya oleh seorang Romawi. Saat itu wanita itu berseru, “Tolonglah, wahai Mu’tashim!”

Kalian adalah cucu-cucu An-Nashir Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Ia adalah penakluk Tentara Salib dan pembebas Masjid al-Aqsa dari kekotoran mereka pada tanggal 27 Rajab 583 H, yang bertepatan dengan tanggal 2 Oktober 1187 M.

Kalian adalah cucu-cucu Sultan Muhammad al-Fatih, seorang pemimpin yang masih muda, yang Allah muliakan dengan pujian Rasulullah saw. karena menaklukkan Konstantinopel.

«فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا، وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ»

Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya (penaklukan Konstantinopel) dan sebaik-­baik pasukan adalah pasukan tersebut.

 

Penaklukan Konstantinopel terjadi melalui kedua tangan Muhammad al-Fatih rahimahulLâh pada 857 H-1453 M.

Kalian adalah cucu-cucu Khalifah Salim III yang pada masanya Amerika Serikat membayar pajak (upeti) tahunan kepada walinya di Aljazair senilai 642 ribu dolar emas ditambah 12 ribu lira emas Utsmani. Ini sebagai imbalan atas pembebasan tawanan mereka yang ada di Aljazair, juga sebagai kompensasi atas izin yang diberikan untuk melintasi lautan Atlantik dan laut Mediterania tanpa dicegat oleh angkatan laut Utsmaniyah. Saat itu untuk pertama kalinya Amerika dipaksa menandatangani perjanjian bukan dengan bahasa Amerika, tetapi dengan bahasa Daulah Utsmaniyah pada 21 Shafar 1210 H – 5 September 1795 M.

Kalian pun adalah cucu-cucu Khalifah Abdul Hamid. Ia yang pernah memanggil duta besar Perancis di Istanbul dan sengaja menemui dirinya dengan pakaian kemiliteran. Ia kemudian mengancam sang dubes agar menghentikan pentas drama yang menistakan Rasulullah saw. seraya berkata, “Aku adalah Khalifah kaum Muslim. Akan aku balikkan dunia di atas kepala kalian jika kalian tidak menghentikan pentas itu.” Prancis pun memenuhi permintaannya dan melarang pementasannya pada tahun 1307 H – 1890 M.

Kalian adalah cucu-cucu Khalifah Abdul Hamid ini. Ia yang tidak tergoda oleh jutaan emas yang ditawarkan oleh Yahudi ke Kas Negara. Ia pun tidak terintimidasi oleh tekanan internasional yang mereka kerahkan untuk mengizinkan mereka menetap di Palestina. Ia berkata dengan kata-katanya yang terkenal, “Pembedahan di tubuhku lebih ringan bagiku daripada melihat Palestina dipotong dari Daulah Khilafah.”

Ia berpandangan jauh ke depan. Ia menambahkan, “Biarkan orang Yahudi menyimpan jutaan emas mereka. Jika Khilafah terpecah pada satu hari, maka ketika itu mereka dapat mengambil Palestina secara cuma-Cuma.” Itulah yang terjadi!

 

Wahai kaum Muslim! Wahai pasukan di negeri kaum Muslim!

Sungguh Khilafah itu, jika kembali, akan menjadikan kalian kembali mulia sebagaimana dulu nenek moyang kalian. Perbuatan mereka mewujudkan kemuliaan mereka. Keridhaan dari Allah kepada mereka adalah lebih besar. Mereka menegakkan dan menjaga Khilafah. Mereka pun mulia dan meraih keridhaan Tuhan mereka. Kalian adalah cucu-cucu mereka. Maka dari itu, mari kita menuju kebenaran sebagaimana yang mereka ikuti. Mari kita meraih kemuliaan sebagaimana yang mereka raih. Kembalikanlah Khilafah dan jagalah!

Inilah Hizbut Tahrir yang berada di tengah-tengah kalian. Karena itu dukunglah dia. Sebabnya, Hizbut Tahrir berjuang siang-malam untuk mengembalikan kehidupan islami dengan berupaya keras untuk menegakkan kembali Khilafah ar-Rasyidah. Hizbut Tahrir terus memimpin dan membimbing umat dalam perjuangan agung ini. Hizbut Tahrir terus mengganggu tidur kaum kafir imperialis dengan seruannya untuk menegakkan kembali Khilafah. Lalu bagaimana jika Khilafah tegak, lalu menghapus batas-batas dan penghalang yang digariskan oleh kaum kafir imperialis dari pantai Samudra Pasifik, tempat Indonesia dan Malaysia berada, hingga pantai Samudra Atlantik, tempat Maroko dan Andalusia berada?! Lalu kaum Muslim kembali mulia sebagaimana dulu, sebagai satu umat dengan satu negara, Khilafah ar-Rasyidah-lah yang akan memuliakan Islam dan kaum Muslim, dan menghinadinakan kekufuran dan kaum kafir. Sungguh Khilafah akan mengembalikan tanah Islam dan kaum Muslim dari tangan kaum kafir imperialis. Khilafah akan mengejar mereka ke pedalaman negeri mereka. Khilafah akan kembali menyinari dunia, mengokohkan kebenaran pada hari itu dan melenyapkan kebatilan.

وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا  ٨١

Katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap (QS al-Isra’ [17]: 81).

 

Mungkin akan dikatakan, “Apakah Khilafah akan mampu melakukan semua ini? Apakah Khilafah dapat meraih kemenangan dan menolak kekalahan? Apakah Khilafah akan sanggup membebaskan tanah kaum Muslim dari penjajah kaum kafir imperialis dan bahkan mengusir mereka ke pusat negeri mereka sendiri?” Kami katakan, “Ya, Tuhan kita, Allah SWT, telah menyatakan demikian!”

إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ  ٧

Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (QS Muhammad [47]: 7).

 

Pertolongan Allah yang haq tidak terjadi kecuali dengan tegaknya Daulah Islam (Khilafah Islam) yang menegakkan hukum-hukum Islam. Jadi, jika Daulah Islam ditegakkan maka Allah SWT niscaya menolongnya dan menjadi kokoh dan mulia, dihormati oleh teman-teman nya dan disegani musuh-musuhnya. Rasulullah saw. bersabda hal ini.

«الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»

Imam (Khalifah) laksana perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dia.

 

Jadi, Khalifah dan Khilafah merupakan perisai. Siapa saja yang mempunyai perisai maka dia dengan izin Allah akan dimenangkan pada akhirnya. Negerinya tidak ditelantarkan. Musuh-musuhnya pun tidak akan berani mendekatinya. Sejarah Khilafah mengatakan demikian. Lalu di manakah Bizantium dan tongkat kekuasaannya? Di manakah Mada’in dan para kaisarnya? Lalu siapa yang mengumandangkan seruan takbir di wilayah-wilayah yang membentang di seluruh penjuru bumi dari samudera ke samudera, kecuali Daulah Islam, tentara Islam dan keadilan Islam? Jika Khilafah pada waktu itu mengetahui suatu negeri di seberang dua samudera, timur dan barat, niscaya Khilafah akan mengarungi samudera itu untuk menyeru penduduknya agar beriman kepada Allah Yang Mahakuat, Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Mungkin juga dikatakan bahwa Hizbut Tahrir tidak memiliki komoditas lain selain Khilafah. Ke mana pun pergi, Hizbut Tahrir hanya berbicara tentang Khilafah. Tidak mengetahui hal lain. Tidak terpisahkan dari wacana Khilafah. Kami katakan, “Ya, Khilafah memang komoditas dan keahlian Hizbut Tahrir. Khilafah adalah kemuliaan dan kekuatan. Khilafah adalah penjaga agama dan kehidupan duniawi. Khilafah adalah pokok dan cabang. Dengan Khilafah hukum-hukum ditegakkan, hudûd dijalankan, penaklukan dicapai dan kepala diangkat dengan kebenaran. Khilafah adalah perkara yang dulu telah didahulukan oleh kaum Muslim (para Sahabat) sebelum mereka mulai mempersiapkan pemakaman Nabi Muhammad saw., karena urgensitas dan keagungannya. Semua itu disebabkan oleh keagungan dan urgensitas Khila­fah. Para Sahabat senior melihat bahwa menyibukkan diri dengan memilih dan mengangkat seorang khalifah lebih diutamakan daripada kewajiban besar mempersiapkan pemakaman Nabi saw.

 

Wahai kaum Muslim! Wahai pasukan di negeri kaum Muslim!

Sungguh penegakkan Khilafah merupakan agenda vital kaum Muslim. Sungguh kami pun yakin dengan pertolongan Allah, kemuliaan Islam dan kaum Muslim, kembalinya Khilafah ar-Rasyidah yang berjihad, penghancuran entitas Yahudi pencaplok Palestina, penaklukan Roma sebagaimana dulu Konstantinopel ditaklukkan dan menjadi negeri Islam “Istanbul”. Kami yakin dengan hal itu hingga kaum kafir dan kaum munafik berkata:

إِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمۡۗ ٤٩

(Ingatlah), ketika kaum munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, “Mereka (kaum Mukmin) itu telah ditipu oleh agama mereka.” (QS al-Anfal [8]: 49).

 

Sesungguhnya semua pertolongan untuk kaum Muslim itu ada dalam janji Allah SWT:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ ٥٥

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi (QS an-Nur [24]: 55).

 

Juga ada kabar gembira dari Rasulullah saw., bahwa setelah kekuasaan diktator yang sedang kita alami hari ini, akan kembali bangkit Khilafah.

«ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَت»

“Kemudian ada kekuasaan diktator. Kekuasaan diktator itu akan tetap ada sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Dia mencabut kekuasaan tersebut saat Dia berkehendak mencabutnya. Kemudian akan ada lagi Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian.” Setelah itu beliau diam (Musnad Ahmad).

 

Jadi, Khilafah pasti akan kembali dengan izin Allah. Akan tetapi, penegakkan kembali Khilafah memerlukan perjuangan serius dan penuh keseriusan. Sebabnya, sunnah (ketetapan) Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana mengharuskan bahwa malaikat tidak turun dari langit kepada kita menegakkan Khilafah untuk kita dan merealisasikan untuk kita janji Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa dan kabar gembira Rasulullah saw., sementara kita duduk diam. Akan tetapi, malaikat turun membantu kita saat kita berjuang dengan serius dan penuh keseriusan, dengan benar dan ikhlas. Lalu berikutnya Allah SWT merealisasikan untuk kita kemenangan serta kesuksesan di dunia dan akhirat. Itulah kesuksesan yang agung.

Sungguh Hizbut Tahrir berjuang dengan serius untuk itu dan bergembira dengan semakin dekatnya masa tegaknya Khilafah. Karena itu bersegeralah, wahai kaum Muslim! Bersegeralah, wahai para pemilik kekuatan (ahlu al-quwwah)! Bergabunglah kalian semuanya dalam dakwah ini dan pemberian pertolongan. Bersegeralah kalian untuk mendirikan Khilafah bersama Hizbut Tahrir! Jangan hanya menjadi penonton saja. Sebabnya, kemenangan dengan izin Allah sudah dekat!

إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا  ٣

Sesungguhnya Allahlah melaksanakan urusan-­Nya. Sesungguhnya Allah telah menetapkan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS ath-Thalaq [65]: 3).

وَيَوۡمَئِذٖ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ  ٤ بِنَصۡرِ ٱللَّهِۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ  ٥

Pada hari kemenangan itu, bergembiralah kaum Mukmin karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang (QS ar-Rum [30]: 4-5).

 

Seruan terakhir kami: Sesungguhnya segala pujian hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.

 

Wassalâmu ‘alaykum wa rahmatulLâh wa barakâtuh.

Rajab al-fard 1447 H/Januari 2026 M

Saudaramu yang mencintaimu:

Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah.

[Sumber: https://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/ameer-hizb/ameer-cmo-site/106837.html]

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 10 =

Back to top button