
Piagam Juli Bangladesh, Alat untuk Basmi Politik Islam?
Aktivis Hizbut Tahrir Bangladesh Irtidha’ Chaudhry menyatakan Piagam Nasional Juli (July National Charter) yang diusulkan Komisi Konsensus Nasional (National Consensus Commission/NCC) untuk diterapkan hanyalah alat di tangan pemerintah transisi yang didukung Barat untuk membasmi keberadaan politik yang berkarakter Islam dari ruang publik.
“Hal ini menegaskan bahwa piagam tersebut hanyalah alat di tangan pemerintah sementara yang didukung Barat untuk membasmi keberadaan politik yang berkarakter Islam dari ruang publik,” jelasnya sebagaimana dipublikasikan media-umat.com, Sabtu (8/11/2025).
Dengan kata lain, jelas Irtidha’, piagam ini mengirimkan pesan yang jelas dan mengerikan: “Jika Anda ingin berpartisipasi dalam politik, maka Anda harus meninggalkan identitas Islam Anda yang otentik demi versi sekuler yang dapat diterima oleh Barat dan negara!”
Pasalnya, terang Irtidha’, pembukaan piagam tersebut menyerukan kehendak rakyat selama pemberontakan rakyat [terhadap rezim terguling Hasina], tetapi secara terang-terangan tidak menyebutkan sedikit pun terkait Islam, yang merupakan inti identitas bangsa Bengali.
“Sungguh ini merupakan bentuk pemalsuan sejarah, dengan menggambarkan pemberontakan sebagai proyek sekuler semata dan mengaburkan fakta bahwa motivasi utamanya adalah aspirasi pemuda dan massa untuk menggulingkan rezim despotik dari perspektif Islam,” pungkasnya. []



