Kilas Dunia

Kesepakatan Gas Mesir–Zionis Khianati Isu Umat

Kesepakatan Mesir mengimpor gas dari entitas penjajah Zionis Yahudi sebanyak 130 miliar meter kubik gas (USD 35 miliar setara Rp 580 triliun) dari entitas penjajah pada awal Desember 2025 hingga 2040, menurut Aktivis Hizbut Tahrir Irak, Mu’nis Hamid tamparan keras (mengkhianati) isu umat. “Kesepakatan gas antara Mesir dan entitas ilegal Yahudi yang merampas kekuasaan bukanlah sekadar perjanjian ekonomi, melainkan tamparan keras bagi isu umat. Itu dilakukan pada saat korban jiwa di Gaza semakin banyak, dan luka di tubuh umat semakin dalam,” ujarnya sebagaimana diberitakan hizb-ut-tahrir.info, 27/12/2025.

Sesungguhnya, tegas Mu’nis, kesepakatan ini bukanlah sekadar iklan yang lewat begitu saja, melainkan deklarasi yang jelas bahwa kepentingan duniawi mengalahkan moralitas, dan slogan-slogan yang menyuarakan isu-isu umat. Isu-isu itu dianggap tidak lebih dari sekadar kertas untuk meminta dukungan massa ketika dibutuhkan, lalu dibuang ke tempat sampah pada saat pertama kesepakatan dilakukan. “Siapa pun yang menandatangani kesepakatan miliaran dolar dengan pendudukan sementara luka rakyat Palestina masih berdarah, tidak dapat mengklaim peduli pada umat atau membela isu-isunya,” tegasnya.

Alih-alih menjadi gerbang dukungan bagi Palestina, sebut Mu’nis, justru Mesir telah menjadi gerbang tempat legitimasi ekonomi pendudukan mengalir. Pada saat umat Islam mengharapkan Kairo untuk memimpin protes, penolakan atau bahkan keheningan yang terhormat, malah rakyat Mesir terkejut mendapati para penguasa mereka telah membuat kesepakatan strategis dengan pihak yang mengebom, menduduki dan membunuh saudara-saudara mereka.

“Wahai rakyat Mesir dan seluruh umat Islam! Jangan biarkan rasa takut menjadi tuanmu. Jangan percaya pada tipu-daya para tiran yang mengatakan bahwa takdir mereka tidak akan berubah!” tegasnya.

“Ingatlah,” lanjut Mu’nis, “belenggu-belenggu yang mengikat kalian bermula dari pikiran kalian sebelum benar-benar mengikat tangan kalian. Jika pikiran kalian dibebaskan maka algojo akan jatuh tersungkur keras. Jangan berharap seorang tiran akan memberi kalian martabat, karena martabat itu direbut dan diperjuangkan, bukan diberikan.” []

[Joy dan Tim]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + six =

Back to top button