Tarikh

Jaringan Ulama Bogor, Pejuang Islam Sejak Era Utsmaniyah (Abad 19–20 M) (Bagian Akhir-Selesai)

  1. Mama Abdullah ibn Nuh

Mama KH Rd. Abdullah ibn Muhammad Nuh lahir di Cianjur, 30 Juni 1905 M. Beliau merupakan ulama trah Rd. Aria Wiratanu yang semasa dengan KH. Tb. Ahmad Bakri Sempur, KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. Berikut ini silsilahnya dari pihak ayah:

 

Rd. KH. Abdullah ibn Rd. H. Muhammad Nuh ibn Rd. H. Idris ibn Rd. Zainul Arifin ibn Rd. Shalih ibn Rd. Muhidin ibn Rd. Sabirudin Adipati Wiratanudatar IV Rd. Astra Manggala Wiratanudatar III ibn Rd. Wiramanggala Aria Wiratanudatar II ibn Rd. Jayasasana Aria Wiratanu ibn Rd. Aria Wangsa Goparana.

Silsilah dari jalur ibu sang kakek tersambung kepada Pangeran Sake ibn Sultan Ageung Tirtayasa Abu al-Fath Abdul Fattah ibn Abu al-Ma’ali Ahmad ibn Abu al-Mafakhir Mahmud Abdul Qadir Kenari al-Bantani, wakil Khilafah Utsmaniyyah di Tatar Sunda. Dari pihak ibu, Rd. Aisyah binti Ahmad Sumintapura tersambung nasab kepada Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan, qadhi/penghulu di Sukapura (Tasikmalaya).

Ayah beliau, KH Rd. Muhammad Nuh, merupakan pengasuh utama Madrasah I’anah ath-Thalibin yang hingga kini masih eksis melayani umat dalam bidang sosial dan pendidikan, termasuk ulama yang hadir di Komite Khilafah Cianjur pasca keruntuhan Khilafah Utsmaniyah dan bagian dari anggota Dewan Konstituante.

Rihlah ilmiahnya berkaitan dengan Syaikh Mukhtar ‘Atharid melalui sanad sang ayah, jaringan Habaib Hadhramiyyin melalui Syama`il al-Huda dan Hadrolmaut School serta melanjutkan studi ke Mesir kemudian meraih syahadah ‘alimiyyah (setingkat doktoral) bidang Syariah dari al-Azhar asy-Syarif dan meraih diploma dari Madrasah Darul Ulum al-‘Ulya. Dikenal sebagai penerus Imam al-Ghazali di masanya, aktif berdakwah, mengajar dan menuliskan karya. Kiprah beliau di Bogor mudah disaksikan jejaknya, yakni Majelis al-Ghazali dan Pesantren al-Ihya yang kini menjadi Pusat Pendidikan Islam al-Ghazali dengan berbagai cabangnya. Keturunan dan murid-muridnya juga tersebar, terutama di Bogor dan sekitarnya. Saat ini, putra beliau, KH Mustafa ibn Abdullah ibn Nuh menjadi pengurus Yayasan Islamic Center al-Ghazali berikut beragam lembaga pendidikan yang berada dalam naungannya.

 

Guru – guru beliau di antaranya:

  1. Syaikh Rd. Muhammad Nuh, sang ayah, pengasuh Madrasah I’anah ath-Thalibin, Cianjur
  2. Habib Muhammad ibn Hasyim al-’Alawi, pengasuh Madrasah Syama‘il al-Huda, Pekalongan dan pendiri Hadrolmaut School, Surabaya
  3. Sayyid ‘Alawi ibn Thahir al-Haddad, Mufti Kesultanan Johor
  4. Habib Hasyim ibn Umar Bin Yahya
  5. Para masyayikh al-Azhar asy-Syarif dan Dar al-‘Ulum al-Ulya

 

Di antara karya – karya nya:

  1. Kamus Indonesia-Inggris-Arab
  2. Cinta dan Bahagia
  3. Zakat dan Dunia Modern
  4. Ukhuwah Islamiyah
  5. Tafsir al Qur’an
  6. Ringkasan Sejarah Wali Songo
  7. Studi Islam dan Sejarah Islam di Jawa Barat hingga Zaman Keemasan Banten
  8. Diwan Ibn Nuh (syair terdiri dari 118 kasidah, 2731 bait),
  9. Ringkasan Minhajul Abidin (Sunda),
  10. Al-Imam al-Muhajir wa Ma Lahu wa Linaslihi wa Li al-Aimmah min Aslafihi min al-Fadha‘il wa al-Ma‘atsir
  11. Al-‘Alam al-Islami
  12. Fi Zhilal al-Ka’bah al-Bait al-Haram
  13. La Tha‘ifiyyah fî al-Islam
  14. Ana Muslimun Sunniyun Syafi’iyyun
  15. Muallimul Arabiyyah
  16. Al-Islam wa asy-Syubhat al-‘Ashriyyah
  17. Minhajul Abidin (terjemah Indonesia)
  18. Al-Munqidz min adh-Dhalal (terjemah Indonesia)
  19. Panutan Agung (terjemah Sunda)

 

Selain mengajar dan berdakwah, beliau pernah berkiprah di bidang penyiaran sebagai jurnalis di majalah Hadrolmaut, menginisiasi RRI (Radio Republik Indonesia), menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), bahkan terjun ke medan jihad melawan Kafir Belanda yang hendak menjajah kembali setelah kekalahan Jepang oleh Amerika sebagai laskar Hizbullah dan BKR (Badan Keamanan Rakyat). Mama Abdullah ibn Nuh saat di Yogyakarta menjadi pelopor berdirinya STI (Sekolah Tinggi Islam) yang kini berganti nama menjadi UII (Universitas Islam Indonesia).

Peran penting Mama Abdullah ibn Nuh yang masih terasa hingga saat ini ialah upaya menyatukan umat Islam yang mengalami berbagai problematika akibat dijajah Peradaban Barat. Di antara ungkapan beliau dalam Persaudaraan Islam:

 

Namun Anda adalah saudaraku…karena Anda adalah seorang Muslim. Setelah itu aku tak peduli apakah Anda orang Eropa, India, Turki, atau Cina. Bangsa Barat atau Timur. Atau apa saja yang anda kehendaki. Karena ini merupakan penggolongan-pergolongan sederhana yang tidak berarti bagiku setelah kurenungkan dalam-dalam. Anda saudaraku. Karena kita bersama-sama menyembah Tuhan Yang Satu. Mengikuti Rasul yang satu. Menghadap kiblat yang satu. Kadang kita berkumpul di sebuah padang yang luas, yaitu padang Arafah. Kita sama-sama lahir dari hidayah Allah. Menyusu serta menyerap syariah Nabi Muhammad saw. Kita sama-sama bernaung di bawah langit kemanusiaan yang sempurna. Sama-sama berpijak pada bumi kepahlawanan yang utama.

Oleh karena itu, Mama Abdullah ibn Nuh termasuk penerus sanad Ulama Bilad al-Jawi yang menyambut baik dan mendukung penuh dakwah penerapan syariah dan kesatuan umat yang disampaikan murid-murid Ulama al-Azhar Syaikh Taqiyyuddin ibn Ibrahim an-Nabhani, cucu Qadhi Khilafah Utsmaniyyah al-‘Allamah al-Musnid Syaikh Yusuf ibn Isma’il an-Nabhani al-Azhari asy-Syafi’i. Ini bukanlah hal aneh karena sejak awal Ulama Bilad al-Jawi merupakan putra terbaik umat yang merasakan pelayanan pendidikan di masa Khilafah Utsmaniyyah.

 

Khatimah

Demikianlah perjalanan juang Habib Keramat Empang, Dalem Solawat, Syaikh Baing Yusuf, Syaikh Mukhtar ‘Atharid dan Mama Abdullah ibn Nuh yang mewakili jaringan Ulama Bogor abad 19 – 20 M. Pengaruh mereka tak terbatas di Bogor saja, namun meluas seantero Tatar Sunda dan Tlatah Jawi, Kelantan, Selangor, Penang, Johor hingga Mekkah al-Mukarramah. Sebagian berkhidmah dalam pendidikan dan dakwah, sebagian lain menjadi penghulu dan bupati. Yang jelas, semuanya merupakan pejuang Islam sejak era Khilafah Utsmaniyah masih eksis hingga era setelah kemerdekaan Indonesia. Bogor memang Puser Dayeuh Ulama! [Bagian Akhir-Selesai]

 

Referensi

Afifi, Muhammad dan M. Khairil. Nusantara Selepas Merdeka: Cabaran Agamawan dalam Membela dan Membangun Tanah Air. Fakulti Pengajian Islam: Bangi, Selangor.

Andhitiyar, Ricko. Baing Yusuf Ulama Central dalam Islamisasi di Purwakarta, Al-Tsaqafa: Jurnal Peradaban Islam, Vol. 15 No.2, Desember 2018.

Al-Fadani, Muhammad Yasin. al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid. Dar as-Saqqaf: Surabaya.

Al-Jawi, Muhammad Nawawi. Maraqi al-‘Ubudiyyah Syarh Bidayah al-Hidayah. Mathba’ah ar-Rasyid.

Al-Mar’asyli, Yusuf. Natsr al-Jawahir wa ad-Durar fî ‘Ulama al-Qurun ar-Rabi’ ‘Asyar. Dar al-Ma’rifah: Beirut.

As-Samfuri, Ahmad Bakri. Cempaka Dilaga. Majlis Ta’lim al-‘Aidrus: Jakarta.

Az-Zarnuji. Ta’lim al-Muta’allim Thariq at-Ta’allum. Mathba’ah Karya Toha Putra: Semarang.

Ba’alawi, Abdurrahman. Bughyah al-Mustarsyidin fî Talkhis Fatawa Ba’dhi al-Aimmah min al-‘Ulama al-Muta`akhirin. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah: Beirut.

Ibn Nuh, Abdullah. Ringkasan Sejarah Wali Songo. Penerbit Teladan: Surabaya.

Mamduh, Sa’id. Tasynif al-Asma’ bi Syuyukh al-Ijazah wa as-Sama’. Dar al-Kutub al-Mishriyyah: Beirut.

Nata, Abuddin. Tokoh – Tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Nurhayati, Fitri. Peran Keagamaan Habib Abdullah ibn Mushin al-Attas di Empang Bogor. UIN Sunan Kalijaga: Yogyakarta.

Pandawa, Nicko. Siyasah Sulthaniyah. Komunitas Literasi Islam (KLI): Bogor.

Sya’ban, Ginanjar. Syaikh Mukhtar ‘Atharid al-Bughuri wa al-Kutub ash-Shundawiyyah al-Mathbu’ah, Islam Nusantara, Vol. II, No. 1, January 2021.

Wahab, Darto. al-Imam al-Muhajir wa Ma Lahu wa Linaslihi wa Li al-Aimmah min Aslafihi min al-Fadha‘il wa al-Ma‘atsir, bagian Tarikh Hayah Mu‘allif al-Kitab. Dar asy-Syuruq: Jeddah.

 

Catatan kaki:

    1. Darto Wahab, al-Imam al-Muhajir, bagian Tarikh Hayah Mu`allif al-Kitab, hlm. 87
    2. Darto Wahab, al-Imam al-Muhajir, bagian Tarikh Hayah Mu`allif al-Kitab, hlm. 89 – 90; Abuddin Nata, Tokoh – Tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia, hlm. 180 – 181; https://www.nu.or.id/tokoh/kh-abdullah-bin-nuh-ulama-produktif-yang-mendunia-LvVL4
    3. http://himatcianjur.blogspot.com/2011/07/persaudaraan-islam-abdullah-bin-nuh.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 11 =

Back to top button