Kilas Dunia

Pakistan Ancam Afganistan atas Titah AS

Ancaman perang Pakistan terhadap Afganistan dinilai oleh situs resmi Hizbut Tahrir atas perintah Amerika Serikat. “Ancaman perang Pakistan terhadap Afganistan atas perintah Amerika Serikat,” tulis situs hizb-ut-tahrir.info, Kamis (2/10/2025).

Hal itu, sebut HT, sebagai upaya AS meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Taliban agar tunduk pada tuntutan kolonialnya. Tuntutan Presiden Pakistan baru-baru ini agar pemerintah Afganistan menyerahkan Pangkalan Udara Bagram kepada Pakistan dan mengeluarkan ancaman terhadapnya, juga dinilai HT sebagai upaya AS menggunakan rezim Pakistan yang pro-AS untuk melawan Afganistan.

Dalam konferensi pers pada 27 September 2025, Menteri Luar Negeri Pakistan Talal Chaudhry mengancam pemerintah Afganistan jika perundingan yang bertujuan menghentikan serangan di perbatasan kedua negara gagal.

Talal Chaudhry mengatakan, “Kami akan menghadapi mereka yang mengerti bahasa peluru dengan peluru.”

Ia mengklaim bahwa “Terorisme adalah tantangan terbesar yang dihadapi Pakistan saat ini.”

Surat kabar Pakistan, Dawn, mengutip pernyataannya, bahwa “80 persen pelaku serangan di Pakistan adalah warga Afganistan. Pakistan sedang dalam proses memperketat langkah-langkah untuk mencegah infiltrasi lintas batas.”

Di sisi lain, sebut HT, menteri Pakistan ini mengabaikan tantangan terbesar yang dihadapi negaranya: pendudukan India atas Kashmir dan ancamannya untuk merebut perairan sungai yang disepakati antara mereka pada tahun 1960.

“India sedang mengerjakan proyek-proyek pembangkit listrik besar yang akan merampas manfaat perairan ini dari Pakistan, serta upaya India untuk mengusir jutaan Muslim dari negaranya dan menindas mereka,” ujar HT mengingatkan.

Selain itu, sebut HT, kata “terorisme” juga digunakan oleh menteri tersebut untuk penduduk Muslim Pakistan yang menuntut penerapan Islam. Rezim Pakistan sedang memerangi kembalinya Islam ke tampuk kekuasaan, bahkan menganggap kelompok-kelompok Islam politik seperti Hizbut Tahrir—yang tidak mengangkat senjata, namun menempuh jalan (metode) Nabi saw. untuk mendirikan Khilafah—sebagai kelompok teroris.

“Pakistan melarang Hizbut Tahrir pada tahun 2003 dengan dalih yang direkayasa, bahkan jurubicara resmi Hizbut Tahrir di Pakistan, Naveed Butt, diculik dan ditahan tanpa diadili sejak tahun 2012,” ungkap HT.

Hal ini, lanjutnya, menggaris bawahi betapa luasnya ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan oleh rezim Pakistan yang pro-AS. []

[Joy dan Tim]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 5 =

Back to top button