
Menlu Suriah Lanjutkan Pengkhianatan Al-Syara’
Menteri Luar Negeri Suriah As’ad al-Syaibani menyatakan bahwa ‘kebijakan damai pemerintahan baru Suriah yang menguntungkan keamanan Israel malah dibalas dengan serangan Israel’. Pernyataan ini dinilai oleh situs resmi Hizbut Tahrir sebagai keberlanjutan pengkhianatan sebagaimana yang dilakukan Presiden Suriah Ahmad al-Syara’.
“Menteri Luar Negeri Suriah, seperti Presidennya, menegaskan keberlanjutan pengkhianatannya,” tulis hizb-ut-tahrir.info, Kamis (2/10/2025).
Menurut HT, Menlu Suriah tidak henti-hentinya mengeluarkan pernyataan-pernyataan seperti itu. Dia juga terlibatan dalam perundingan-perundingan dengan entitas Yahudi. Begitu pula pernyataan atasannya, Presiden Ahmad al-Syara’, tindakan-tindakannya yang berhubungan dengan entitas Yahudi, penyerahan dirinya kepada entitas tersebut, dan desakannya untuk berdamai dengannya, juga ketundukannya kepada Amerika Serikat.
Semua ini, ujar HT, menunjukkan betapa rusak dan bobroknya mentalitas serta rendahnya dan runtuhnya jiwa yang belum merasakan manisnya iman, belum lagi martabat seorang Muslim yang tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah, dan tidak memahami makna tawakal kepada Allah.
“Bahkan sang menteri dan atasannya menunjukkan sikap pengecut. Mereka tidak menggunakan bahasa kekuatan atau mengucapkan sepatah kata pun yang mengancam entitas Yahudi atau menyatakan kesediaan untuk menghadapinya,” ungkapnya.
Mereka, sebut HT, hanya pasrah, menunjukkan penghinaan dan degradasi, serta mengharap berdamai dengan entitas kriminal ini, yang tidak akan pernah memberinya kedamaian dan akan memerasnya setiap kali mereka diam dan membuat konsesi.
Padahal, prediksi HT, entitas Yahudi akan terus menyerang mereka karena, seperti yang dinyatakan Perdana Menteri Netanyahu, negosiasi akan berhasil melalui serangan.
“Artinya, saat ia [Israel] duduk di meja, ia memukul lawannya dan menyuruhnya menerima syaratnya, kalau tidak ia akan memukulnya, dan ia benar-benar memukulnya. Setiap kali syaratnya diterima, maka ia menetapkan syarat baru untuknya, begitu seterusnya hingga tidak ada apa pun untuk menutupi rasa malunya,” jelasnya.
Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri Suriah As’ad al-Syaibani mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN pada 28 September 2025, “Serangan Israel terhadap Suriah setelah jatuhnya Basyar al-Asad sungguh mengejutkan kami. Suriah yang kuat dan bersatu akan bermanfaat bagi keamanan regional, dan ini akan menguntungkan Israel. Suriah tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun, termasuk Israel. Namun, kebijakan kerja sama dan perdamaian yang baru ini telah ditanggapi dengan ancaman dan serangan. Berbicara tentang normalisasi dan Perjanjian Abraham, maka ini perkara yang agak sulit.” []





