Kilas Dunia

Waspadai Bahaya Cina Bangun Rumah Sakit di RI

Menyikapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengisyaratkan Cina berpeluang membangun rumah sakit internasional di Indonesia, Sekjen LBH Pelita Umat Panca Putra Kurniawan, menegaskan Indonesia perlu mewaspadai bahaya dominasi asing pada sektor kesehatan.

“Kita perlu mewaspadai bahaya dominasi asing pada sektor kesehatan yang justru dapat membuat bangsa ini tidak mandiri, kalah bersaing, dan sulit mengembangkan diri. Apalagi jika melihat kepentingan ideologi Cina terhadap kaum Muslim,” ujarnya kepada Mediaumat.news, Kamis (14/01/2021).

Ia menilai, sebenarnya Pemerintah sejak lama telah membuka keran investor untuk mendirikan jaringan rumah sakit asing di Indonesia, termasuk yang terbaru dari Cina ini. Salah satu alasannya agar devisa tidak semakin besar keluar dari Indonesia. “Namun, masalah kesehatan bukan sekadar devisa,” ucapnya.

Panca memandang, Indonesia negara besar dengan potensi sumberdaya yang luar biasa. Seharusnya sangat mampu mandiri melakukan riset-riset dan pengembangan teknologi bidang medis untuk membangun sistem kesehatan masyarakat, termasuk membangun rumah sakit yang berkualitas dengan segala fasilitasnya.

“Fokus Pemerintah harusnya full support memberikan bantuan dan fasilitas untuk meningkatkan kualitas keahlian dan profesionalisme para dokter dan tenaga medis serta manajemen kesehatan di negara ini,” bebernya.

Ia mengungkapkan, hal yang tak kalah penting pentingnya yaitu jaminan pemerataan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, mengingat sulit dan mahalnya akses kesehatan saat ini. Padahal kalau mau benar-benar membangun masyarakat, berikan layanan kesehatan gratis dan berkualitas untuk seluruh rakyat.

“Semua ini kembali ke political will Pemerintah agar sepenuhnya berpihak pada rakyat dan tidak semata memberikan profit bagi investor atau kapitalis asing,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

Back to top button