Fikih

Pergolakan Pemikiran dan Perjuangan Politik: Tharîqah Atau Uslûb Dakwah?

Soal:

Ada pemahaman bahwa pergolakan pemikiran (ash-shirâ’ al-fikrî) dan perjuangan politik (al-kifâh as-siyâsî) merupakan bagian dari metode (tharîqah). Ada pula pemahaman bahwa keduanya bukan bagian dari metode (tharîqah), melainkan termasuk uslûb. Mana yang benar: keduanya termasuk metode (tharîqah) atau uslûb?

 

Jawab:

Kami telah menjawab semisal pertanyaan ini pada tanggal 14 Shafar al-khayr 1429 H – 20 Februari 2008. Di situ dinyatakan:

Aktivitas politik dan pemikiran merupakan metode (tharîqah). Tahapan interaksi (marhalah at-tafâ’ul) mengharuskan hal itu. Dakwah tidak sempurna tanpa keduanya. Bahkan tidak ada tahapan interaksi tanpa aktivitas politik dan pemikiran.

Perjuangan politik dan pergolakan pemikiran merupakan tantangan terang-terangan melalui aktivitas politik dan pemikiran. Tantangan ini merupakan uslûb; mungkin diperlukan di sini (satu konteks), tetapi tidak diperlukan di sana (konteks lain).

Supaya saya dapat mendekatkan masalah tersebut, pendistribusian leaflet kadang dengan uslûb perjuangan (uslûb al-kifâh) sehingga didistribusikan secara terang-terangan dalam tantangan yang gamblang; dan kadang merupakan pendistribusian biasa.

Jadi pergolakan dan perjuangan di dalamnya memiliki makna tantangan yang gamblang beserta elemen-elemen tantangan. Uslûb ini beragam sesuai dengan apa yang dituntut oleh kondisi, dan saya sebutkan sebagian contoh:

Rasul saw. menggunakan uslûbuslûb yang berbeda dalam hal kekuatan terhadap kaum kafir. Misalnya, ketika salah seorang pemuka Quraisy (tampaknya ‘Utbah) pergi menemu beliau, beliau menawarkan Islam kepada dia dengan hujjah yang meyakinkan dan kebijaksanaan yang mengena menggunakan uslûb yang tenang berpengaruh. Bahkan laki-laki itu kembali kepada Quraisy dengan postur yang berbeda ketika dia pergi sebagaimana yang digambarkan oleh para pemuka Quraisy yang mengirim dia, terutama dia memuji di depan mereka ucapan yang dia dengar dari Rasul saw.

Lalu suatu ketika, salah seorang pemuka Quraisy (tampaknya Wa‘il) menemui Rasul saw. Pemuka kekufuran itu membawa di tangannya tulang-tulang yang telah hancur. Dia menampakkan itu kepada Rasul saw. Dia bertanya kepada beliau, “Apakah Tuhanmu mampu menghidupkan kembali ini?” Rasul saw. menjawab, “Benar. Dia membangkitkannya dalam kondisi hidup.” Kemudian Rasul saw. menambahkan, “Juga akan memasukkan kamu ke Neraka Jahanam.”

Uslûb tersebut makin kuat atau melemah menurut apa yang sesuai dengan pihak yang dihadapi.

Begitulah. Uslûb itu menguat atau melemah menurut apa yang sesuai dengan pihak yang dihadapi.

Untuk lebih menjelaskan potret tersebut, bacalah ayat:

ٱذۡهَبۡ أَنتَ وَأَخُوكَ بِ‍َٔايَٰتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكۡرِي  ٤٢ ٱذۡهَبَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ  ٤٣ فَقُولَا لَهُۥ قَوۡلٗا لَّيِّنٗا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوۡ يَخۡشَىٰ  ٤٤

Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun. Sesungguhnya dia telah melampaui batas. Lalu berbicaralah kamu berdua kepada dia dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan dia ingat atau takut (QS Thaha [20]: 42-44).

 

Jelas, di dalam ayat ini, yang dituntut adalah diskusi pemikiran yang tenang dan lembut.

Sekarang bacalah ayat yang mulia pada topik yang sama, juga antara Musa as dan Fir’aun, tetapi pada situasi yang lain. Setelah kepada Fir’aun dipaparkan bukti-bukti dan dalil-dalil, meski begitu, ia tetap berlaku sombong dan bersikeras dalam tindakan melampaui batasnya, pada saat itu Musa as. tidak berbicara kepada dia dengan lembut; melainkan dengan kasar. Musa menyebut Fir’aun sebagai EN+R(OHR1’K, yakni binasa dan terlaknat. Inilah ayat yang mulia itu:

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَىٰ تِسۡعَ ءَايَٰتِۢ بَيِّنَٰتٖۖ فَسۡ‍َٔلۡ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِذۡ جَآءَهُمۡ فَقَالَ لَهُۥ فِرۡعَوۡنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰمُوسَىٰ مَسۡحُورٗا  ١٠١ قَالَ لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَآ أَنزَلَ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ بَصَآئِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَٰفِرۡعَوۡنُ مَثۡبُورٗا  ١٠٢

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata. Tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka, lalu Fir’aun berkata kepada dia, “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir.” Musa menjawab, “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. Sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa.(QS al-Isra‘ [17] : 101-102).

 

Jadi digunakan diskusi yang lembut di awal untuk memaparkan dalil-dalil dan bukti-bukti. Akan tetapi, setelah dikemukakan bukti-bukti dan dalil-dalil yang pasti, dan meski begitu kesombongan dan tirani tetap berlanjut, maka digunakan diskusi yang keras.

Saya berharap telah menjelaskan potret tersebut.

Oleh karena itu, Anda dapati kami katakan di buku kami tentang aktivitas-aktivitas politik di tahapan interaksi (marhalah at-tafâ’ul): “…Di dalam tahapan ini menonjol aktivitas-aktivitas politik pergolakan pemikiran (ash-shirâ’u al-fikrî) dan perjuangan politis (al-kifâh asa-siyâsî)…”

Jadi, biasanya pergolakan dan perjuangan itu menonjol di tahapan ini disebabkan karena benturan dengan para pemuka kakufuran. Jadi uslûb ini sesuai dengan mereka. Akan tetapi, dengan kaum kafir yang lain atau pada waktu yang lain, kadang aktivitas politik dan pemikiran perlu menggunakan uslûb yang lain lagi.

Saya ulangi, aktivitas politik dan pemikiran merupakan bagian dari metode (tharîqah). Tahapan interaksi (marhalah at-tafâ’ul) mengharuskan keduanya. Hanya saja, peningkatan aktivitas politik dan pemikiran, yakni perjuangan (al-kifâh) dan pergolakan (ash-shirâ’), merupakan uslûb, dan digunakan pada waktu dan tempat yang sesuai.

[Dikutip dari “Jawab-Soal Syaikh Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah”, Tanggal 06 Sya’ban 1447 H – 25 Januari 2026 M]

Sumber:

https://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/ameer-hizb/ameer-cmo-site/107311.html

https://www.facebook.com/AtaAboAlrashtah/posts/122119732521129051

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 5 =

Back to top button