Kilas Dunia

Perang Melawan Teror, Alat Barat Melawan Islam

Anggota Kantor Media Hizbut Tahrir Tanzania Said Bitomwa menyebutkan propaganda perang melawan teror di Tanzania, negara-negara Afrika dan negara-negara berkembang umumnya merupakan alat kolonial dan Barat untuk berperang melawan Islam, eksploitasi dan campur tangan dalam urusan Muslim.

“Benar bahwa propaganda perang melawan teror di Tanzania, negara-negara Afrika dan negara-negara berkembang umumnya, merupakan alat kolonial dan Barat untuk berperang melawan Islam, eksploitasi dan campur tangan dalam urusan Muslim,” tegasnya seperti diberitakan Mediaumat.id, Sabtu (22/10/2022).

Hal itu dinyatakan Said untuk menyikapi bergabungnya Tanzania dengan negara-negara Afrika lainnya untuk menerapkan Protokol Konvensi AU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Terorisme pada Senin (19/9/2022).

Setelah mendukung resolusi untuk ratifikasi protokol itu, Menteri Dalam Negeri Insinyur Hamad Yusuph Masauni mengatakan bahwa Tanzania memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan beberapa manfaat, termasuk mengintensifkan pertahanan dan keamanan rakyat dan properti mereka dan menyederhanakan pertukaran informasi intelijen tentang terorisme melalui kolaborasi erat dengan negara-negara anggota.

Menurut Said, kolonialis Barat memaksa negara-negara lemah untuk membunuh, menyiksa dan memenjarakan rakyat mereka sendiri dengan dalih memerangi terorisme dengan pertukaran dengan suap dari Barat yang disebut sebagai dana untuk memerangi terorisme.

Apalagi di Tanzania, lanjut Said, tidak pernah ada kasus terbuka tentang teroris yang benar-benar ditangkap terlepas dari propaganda jangka panjang yang dilakukan. Pada bulan Juni 2019 mantan Menteri Dalam Negeri Kangi Lugola mengonfirmasi bahwa tidak ada ancaman teror di Tanzania. Sebelum itu pada bulan Februari 2017 mantan Menteri Konstitusi dan Urusan Hukum, Dr. Harrison Mwakyembe mengatakan kepada parlemen bahwa tidak ada ancaman teror yang dilaporkan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

“Semua pernyataan resmi ini menegaskan satu realitas yaitu tidak adanya terorisme di negara ini alih-alih terjadi penggunaan propaganda perang global melawan teror yang menargetkan Islam dan Muslim di seluruh dunia serta untuk mengganggu perdamaian dan harmoni dan untuk memuluskan jalan bagi eksploitasi Barat atas sumber daya dunia ketiga,” pungkasnya. [Joy dan Tim]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 17 =

Back to top button