Pengantar

Pengantar [Menyelamatkan Masa Depan Umat]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, tentu kita amat prihatin menyaksikan fenomena kerusakan generasi muda Muslim saat ini. Krisis moral/adab/akhlak telah lama melanda mereka. Ada seorang remaja putri yang mengadukan ibunya ke Polisi lantaran ibunya melarang dia pacaran. Ada remaja pengangguran yang tega meracuni hingga tewas anggota keluarganya. Pasalnya, ia kesal sering disuruh cari kerja oleh keluarganya. Ada seorang remaja yang lain tega menginjak-injak kepala ibunya hanya karena tidak dikasih uang 10 ribu rupiah. Itu hanyalah secuil contoh. Tentu masih banyak contoh lainnya.

Bahkan berbagai tindak kriminal telah banyak dilakukan oleh para remaja kita. Tak lagi sembunyi-sembunyi. Tak ada lagi rasa malu. Semua sudah mereka lakukan secara terang-terangan. Contohnya adalah seks bebas dan LGBTQ+. Berbagai survei telah lama melaporkan bahwa seks bebas telah dilakukan oleh sebagian remaja kita yang baru berusia SMP dan SMA. Perilaku LGBTQ+ juga sudah dipraktikkan oleh sebagian mereka. Belum lagi kebiasan mengkonsumsi narkoba, pornografi, dll.

Semua ini tentu sebagai akibat langsung dari penerapan ideologi sekuler-kapitalis-demokrasi yang telah lama diberlakukan di negeri-negeri Muslim, termasuk di negeri ini. Di negeri sekuler ini, agama (Islam) bukan hanya dijauhkan dari kehidupan, tetapi bahkan dimusuhi. Misalnya, bagaimana kegiatan Rohis di sekolah belakangan ini dituding sebagai cikal-bakal bagi tumbuhnya radikalisme. Padahal selama bertahun-tahun kegiatan Rohis di sekolah justru membantu sekolah dalam pembinaan akhlak anak-anak remaja.

Semua ini tentu menjadi tantangan bagi kita. Baik bagi keluarga, masyarakat dan terutama negara. Karena itu solusinya pun tidak sekadar melibatkan keluarga saja, tetapi harus melibatkan masyarakat dan terutama negara. Bagaimana caranya? Bagaimana pula peran Islam—sebagai sebuah ideologi/sistem kehidupan—dalam menyelamatkan generasi muda, sekaligus menyiapkan masa depan Islam dan kaum Muslim yang gilang-gemilang, sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu?

Di seputar itulah tema utama al-waie kali ini. Selain tema menarik lain lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + eight =

Back to top button