Pengantar

Pengantar [Indonesia Darurat LGBT]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, LGBT bukan sekadar perilaku yang menyimpang dari fitrah dan syariah. Dalam pandangan Islam, LGBT sesungguhnya adalah kriminal. Mereka adalah pelaku kejahatan. Mereka layak dihukum berat. Ini sudah merupakan ijmak para ulama. Karena itu jika masih saja ada pihak-pihak yang membela kaum LGBT dengan dalih HAM atau demokrasi yang anti diskriminasi, mereka pasti bukan Muslim. Kalaupun Muslim, mereka pasti Muslim sekuler yang telah mencampakkan aturan-aturan agamanya sendiri.

Sebagai perilaku yang menyimpang dari fitrah dan syariah, sekaligus merupakan tindakan kriminal, sudah pasti LGBT menimbulkan madarat bagi masyarakat. Ragam penyakit kelamin dan AIDS adalah salah satunya. Apalagi, sebagai penyakit sosial, LGBT saat ini tidak lagi bersifat ‘alamiah’, tetapi sudah merupakan gerakan sosial, bahkan gerakan politik. Tak hanya bersifat lokal, tetapi telah mengglobal. Gerakan LGBT ini didukung oleh banyak negara, terutama Amerika Serikat. Sasarannya terutama generasi kaum Muslim di Dunia Islam. Tak aneh jika beberapa waktu lalu, Utusan Khusus Pemeritah Amerika untuk HAM LGBT berencana datang ke Indonesia. Meski utusan tersebut tak jadi datang karena banyaknya penolakan di dalam negeri, kenyataan tersebut tidak berarti menafikan bahwa Gerakan LGBT didukung penuh oleh Pemerintah AS. Bahkan gerakan global LGBT ini didukung oleh banyak lembaga internasional, khususnya di bawah PBB.

Melalui Gerakan LGBT ini, pihak Barat sekuler, tempat LGBT bermula dan berpusat, berkepentingan untuk merusak moral, mental dan perilaku generasi kaum Muslim di seluruh dunia. Targetnya tentu agar generasi kaum Muslim makin jauh dari aturan-aturan agama mereka. Mereka ingin agar generasi kaum Muslim bisa mencontoh perilaku bejat mereka. Tentu atas nama kebebasan, HAM dan demokrasi. Di Barat sendiri, banyak negara telah mengakui eksistensi kaum LGBT ini. Bahkan tak kurang dari 17 negara di Eropa telah melegalkan pernikahan sesama jenis. Pengakuan terhadap eksistensi kaum LGBT ini pula yang Barat inginkan di Dunia Islam.

Pertanyaannya: Bagaimana seharusnya sebagai Muslim kita menyikapi fenomena LGBT yang makin marak? Bagaimana peran kita, keluarga dan masyarakat untuk meredam Gerakan LGBT yang makin mengkhawatirkan ini? Bagaimana pula peran Negara/Pemerintah untuk mengatasi penyakit sosial LGBT ini?

Di seputar itulah tema utama al-waie kali ini. Selain tema menarik lain lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − sixteen =

Back to top button