Pengantar

Pengantar [Ramadhan: Ketaatan, Perjuangan, dan Pengorbanan]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, Bulan Ramadhan, baik dalam tataran syariah maupun dalam konteks sejarah, setidaknya merefleksikan tiga hal: Pertama, ketaatan. Kedua, perjuangan. Ketiga, pengorbanan.

Pertama: Ramadhan merefleksikan ketaatan hamba yang mengaku Mukmin kepada Allah SWT. Pada bulan ini, setiap hamba yang Mukmin diwajibkan berpuasa. Bukan saja menahan diri dari lapar, dahaga dan hubungan suami-istri di siang hari selama sebulan penuh. Mereka juga diperintahkan untuk menahan diri dari segala hal yang berpotensi membatalkan pahala puasa seperti: berkata-kata kotor, berdusta, menggunjing, serta melakukan ragam dosa lainnya; baik yang kecil apalagi yang besar. Dalam kondisi demikian, puasa Ramadhan benar-benar mendidik setiap Muslim untuk taat dan patuh total kepada Allah SWT.

Kedua: Ramadhan merefleksikan perjuangan. Pasalnya, pada bulan ini setiap Muslim berjuang untuk mengendalikan hawa nafsunya agar ucapan dan tindakannya tidak merusak apalagi sampai membatalkan puasanya. Di sisi lain, dalam tataran sejarah, Bulan Ramadhan justru menjadi saksi betapa dulu Rasulullah saw. dan para Sahabat tetap bersemangat—bahkan melipatgandakan semangat mereka—dalam berjihad di jalan Allah SWT. Banyak peristiwa peperangan jihad melawan kaum kafir justru dilakukan oleh kaum Muslim pada Bulan Ramadhan. Bahkan beberapa kemenangan melawan orang kafir dalam perang/jihad bisa mereka raih pada Bulan Ramadhan. Tak hanya di era Rasulullah saw. dan para Sahabat, tetapi juga di era-era selanjutnya.

Ketiga: Ramadhan merefleksikan pengorbanan. Jelas, secara personal, setiap Muslim yang berpuasa pada dasarnya telah mengorbankan dirinya semata-mata demi memenuhi perintah Allah SWT. Orang yang berpuasa rela untuk tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan suami-istri di siang hari selama sebulan penuh. Mereka juga rela begadang (tidak banyak tidur) di malam hari dan melakukan qiyamul lail. Banyak pengorbanan lain yang dilakukan oleh orang yang berpuasa pada Bulan Ramadhan demi menunjukkan ketaatan mereka pada perintah Allah SWT. Dalam tataran sejarah pun, Rasulullah saw. dan para Sahabat banyak mengorbankan dirinya dan hartanya saat mereka melibatkan diri dalam peperangan jihad fi sabilillah. Semua itu mereka lakukan demi menegakkan agama Allah SWT ini.

Karena itulah ketiga aspek ini—ketaatan, perjuangan dan pengorbanan—harus selalu dijaga dan dipelihara oleh setiap Muslim. Bukan saja selama Ramadhan, tetapi juga selepas Ramadhan. Tentu agar Islam bisa selalu tegak dalam diri setiap Muslim, masyarakat maupun negara.

Di seputar itulah tema utama al-waie kali ini. Selain tema menarik lain lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − five =

Back to top button