Pengantar

Pengantar [Spirit Maulid Nabi SAW]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, tak terasa kita kembali memasuki Bulan Rabiul Awwal. Bulan ini identik dengan Maulid Nabi saw. Karena itulah Peringatan Maulid Nabi saw. menjadi rutinitas dan ritualitas tahunan di berbagai pelosok negeri setiap memasuki bulan ini.

Sejarah awal Peringatan Maulid Nabi saw. sebetulnya sangat heroik. Ia berkaitan langsung dengan upaya membangkitkan kembali semangat jihad kaum Muslim dalam memerangi kaum Salibis-Eropa. Itu terjadi pada era Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Efek politiknya pun dahsyat. Tidak lain adalah bangkitnya kembali semangat jihad kaum Muslim yang sebelumnya sempat melemah. Tentu setelah mereka diingatkan kembali dengan semangat, keteladanan, perjuangan dan pengorbanan Baginda Rasulullah saw. dalam memperjuangkan dan membela agama ini.

Bagaimana dengan Peringatan Maulid Nabi saw. saat ini? Tampaknya sangat jauh berbeda. Peringatan Maulid Nabi saw. saat ini cenderung terjebak pada rutinitas dan ritualitas tahunan. Tanpa efek politik sama sekali. Tak membangkitkan kembali semangat jihad kaum Muslim yang sudah lama melemah, bahkan padam. Padahal kondisi kaum Muslim hari ini jauh lebih menyedihkan. Terkungkung oleh penjajahan ideologi kapitalisme yang bengis. Terkurung oleh penjara besar sekularisme yang makin meruntuhkan akidah mereka.

Dari berbagai sisi, kaum Muslim pun tidak berdaya. Bahkan di tengah rutinitas dan ritualitas tahunan Peringatan Maulid Nabi saw., kaum Muslim sudah lama tak berdaya untuk sekadar membela kehormatan junjungan mereka yang kerap direndahkan dan dihinakan berulang kali.

Karena itu penting agar Peringatan Maulid Nabi saw. dikembalikan pada motif awalnya. Tidak lain membangkitkan semangat jihad kaum Muslim; membangkitkan semangat untuk meneladani beliau dalam segala aspeknya. Terutama meneladani perjuangan dan pengorbanan beliau dalam menegakkan agama ini. Tegaknya agama ini hanyalah dengan cara menegakkan syariah secara kâffah dalam seluruh aspekm kehidupan umat manusia seduania, dalam isntitusi politik global bernama Khilafah ‘ala minhâj an-nubuwwah.

Di seputar itulah tema utama al-waie kali ini. Selain tema menarik lain lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 19 =

Back to top button